RADARSUMEDANG.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada minggu keempat Agustus 2025, 214 kabupaten/kota di Indonesia mengalami kenaikan harga beras—naik dari sebelumnya sebanyak 200 daerah. Meski begitu, inflasi harga beras nasional relatif telah menurun, berada di angka 0,73% dibanding Juli 2025. Di Zona 1, harga beras medium kini berkisar Rp 13.998/kg (dari sebelumnya Rp 13.853), sementara beras premium naik menjadi Rp 15.432/kg.
Menindaklanjuti hal ini, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta data dari 214 daerah tersebut untuk segera disampaikan kepada Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, dan Kementerian Pertanian guna mempercepat penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Program ini disiapkan sebagai langkah antisipatif agar ketersediaan pangan tetap terjaga di tengah gejolak harga.
Hingga kini, Bulog telah berhasil menyalurkan sebanyak 307.999 ton beras SPHP, mencapai 20,53% dari target 1,5 juta ton yang ditetapkan pemerintah. Realisasi penyaluran tertinggi mencapai 9.623 ton per hari, dengan rata-rata penyaluran harian sebesar 5.000–6.000 ton. Pemerintah menargetkan peningkatan penyaluran hingga mencapai 7.000 ton per hari.
Selain mempercepat distribusi, Bulog juga menjamin bahwa harga eceran beras SPHP tidak akan mengalami kenaikan, tetap dipatok di angka Rp 12.500 per kilogram. Komitmen ini ditegaskan dalam rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menko Pangan.(net)







