RADARSUMEDANG.id, SURIAN – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Sumedang, termasuk di Kecamatan Surian, terus dilaksanakan secara bertahap.
Pernyataan itu sekaligus menjawab keresahan masyarakat Surian yang kerap mengeluhkan akses jalan sulit dilalui.
“Sejak 2019 sampai sekarang, pembangunan jalan di Surian terus dilaksanakan. Pelan tapi pasti, jalannya dibenahi supaya masyarakat lebih nyaman dan aman,” kata Bupati Dony kepada awak media, Rabu (3/9/2025).
Ia menjelaskan, pada tahun ini saja terdapat 52 ruas jalan kabupaten yang sedang dikerjakan dengan total panjang lebih dari 800 kilometer. Namun, khusus untuk ruas jalan Haurpapak, Desa Surian, kondisinya masih menjadi persoalan karena faktor tanah yang labil.
“Sudah tiga kali kami perbaiki. Bukan tidak ada perhatian, tetapi jalannya terus amblas. Kami sudah mencoba memindahkan ke kanan dan kiri, tetap saja longsor. Karena itu sekarang kami alihkan sementara dengan perbaikan agregat agar tetap bisa dilalui,” jelasnya.
Pemkab Sumedang juga telah menyiapkan rencana relokasi jalur Haurpapak ke lahan milik Perhutani. Bahkan surat permohonan izin pemanfaatan lahan sudah disampaikan ke Kementerian Kehutanan.
“Pak Gubernur memberikan atensi besar. Bahkan beliau siap menyampaikan langsung ke Menteri untuk mempercepat izin pemindahan jalur ini. Terima kasih atas respon cepatnya,” ungkap Dony.
Ia menambahkan, jika jalur Haurpapak segera tertangani, mobilitas alat berat menuju Surian akan lebih lancar dan pembangunan desa bisa dipercepat.
Sementara itu, kondisi jalan penghubung Sumedang–Subang di Haurpapak memang sudah lama dikeluhkan warga. Kerusakan parah akibat tanah labil membuat pengendara, terutama roda dua, harus ekstra hati-hati. Tidak sedikit kasus kecelakaan tunggal terjadi akibat jalan licin dan bergelombang.
“Kalau Haurpapak selesai, mobilitas ke Surian akan lebih mudah. Itu kunci percepatan pembangunan Surian. Kami akan terus berikhtiar menyelesaikannya,” tutupnya.(jim)







