RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Intelkam Polda Jawa Barat menggelar pembinaan kepada pengurus dan anggota Koperasi Galumpit Jaya Abadi, Selasa (16/9/2025) di Kampung Galumpit, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Tema kegiatan mengangkat pesan penting “Jauhi pelanggaran dan hindari pembuatan senjata api rakitan demi keamanan bersama.”
Selain pembinaan, Intelkam Polda Jabar juga menyerahkan paket sembako kepada para pengrajin senapan angin sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap keberlangsungan usaha mereka.
Ketua Koperasi Galumpit Jaya Abadi, Erin Sobirin, menegaskan pihaknya melarang keras anggota merakit senapan angin dengan kaliber lebih dari 4,5 milimeter. Ia mencontohkan pernah ada salah satu anggotanya yang berurusan dengan hukum akibat melanggar aturan tersebut.
“Jangan sampai kejadian itu terulang lagi. Kalau sudah masuk ranah hukum, bukan hanya individu, tapi koperasi pun ikut repot. Kami berterima kasih kepada Polda Jabar yang terus membina dan mengarahkan agar produksi senapan sesuai aturan,” ujar Erin saat ditemui di bengkelnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Koperasi, Aceng M. Falah. Menurutnya, kehadiran Intelkam Polda Jabar dalam pengawasan dan pembinaan sangat membantu agar tidak ada lagi anggota yang terjerat kasus serupa.
“Pernah ada anggota kami yang harus berurusan dengan pihak berwajib. Alhamdulillah, kini sudah bebas dan menyesali perbuatannya. Itu jadi pelajaran berharga bagi kami semua,” ucapnya.
Aceng menambahkan, koperasi selalu menghimbau seluruh anggotanya untuk mematuhi aturan hukum dan tidak membuat senjata api rakitan ilegal.
“Kami ingin semua pengrajin di sini taat aturan dan fokus pada produksi senapan angin legal,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir mantan pembuat senjata api ilegal yang memberikan testimoni dan peringatan agar para pengrajin tidak tergoda melakukan hal serupa. Pesan utamanya, menjaga kamtibmas tetap aman dan kondusif adalah tanggung jawab bersama.
Saat ini, Koperasi Galumpit Jaya Abadi memiliki 65 anggota aktif. Produk senapan angin kaliber 4,5 milimeter buatan mereka bahkan sudah dipasarkan hingga luar Jawa, termasuk Makassar dan Balikpapan. (tha)






