RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Grup nasyid legendaris era 2000-an, Shoutul Harokah, dikabarkan akan segera merilis single lagu baru dengan warna musik yang lebih fresh dan segar. Kabar menggembirakan ini disampaikan langsung oleh salah satu personelnya, H. Ridwan Solichin, atau yang akrab disapa Kang Rinso, melalui unggahan di status WhatsApp miliknya.
Dalam unggahan tersebut, tampak aktivitas rekaman di sebuah studio musik yang menandai kembalinya grup nasyid yang dikenal konsisten menyerukan dukungan untuk kemerdekaan Palestina ini ke dunia musik.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nantikan kami, Shoutul Harokah, dengan tampilan yang lebih fresh dan warna musik yang lebih segar. Dengan single terbaru kami Al Aqsha Haqquna (Masjid Al Aqsha adalah Milik Kita),” ujar para personel dalam video itu.
Menurut keterangan yang disampaikan, single “Al Aqsha Haqquna” ini didedikasikan untuk mengenang peristiwa Thufanul Aqsha atau Badai Al-Aqsha yang terjadi pada 7 Oktober 2023. Lagu tersebut menjadi bentuk komitmen Shoutul Harokah untuk terus menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Single ini kami persembahkan untuk mengenang peristiwa Thufanul Aqsha pada 7 Oktober 2023. Kami akan tetap berseru untuk kemerdekaan Palestina,” tegas para personel di akhir pernyataannya.
Selain mengabarkan perilisan single terbaru, Kang Rinso juga mengajak umat Islam di Indonesia untuk terus mendoakan rakyat Palestina, terlebih di momentum hari Jumat yang disebutnya sebagai waktu penuh keberkahan.
“Mari doakan rakyat Palestina di hari Jumat ini agar diberikan pertolongan, kemenangan, dan keadilan bagi mereka. Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami di Palestina, lindungi, kuatkan, dan berikan kemenangan untuk mereka. Aamiin yaa Rabbal ‘alamin,” ujarnya.
Shoutul Harokah dikenal luas di kalangan aktivis kampus dan komunitas dakwah sejak tahun 2001. Lagu-lagu mereka seperti Palestina Tercinta, Merah Saga, Mujahid Setia dan masih banyak lagi menjadi simbol semangat perjuangan dan solidaritas umat Islam terhadap kemerdekaan Palestina.(Rik)






