RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Sebanyak 1.058 putra-putri terbaik bangsa resmi dilantik menjadi Praja Pratama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXVI Tahun 2025, setelah menyingkirkan lebih dari 31 ribu pendaftar dari seluruh Indonesia.
Upacara pengukuhan berlangsung khidmat di Kampus IPDN Jatinangor, Selasa (14/10), dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus yang hadir mewakili Menteri Dalam Negeri.
Momen sakral ini menandai awal perjalanan panjang para calon pamong praja muda yang kelak akan menjadi garda terdepan pelayanan publik dan penjaga integritas pemerintahan Indonesia.
Dalam sambutannya, Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan dan kedinasan. Ia menilai, sikap disiplin tidak boleh disalahartikan sebagai tindakan represif atau perundungan.
“Tidak ada ruang bagi kekerasan di IPDN. Siapa pun yang melanggar akan ditindak tegas,” ujarnya di hadapan para praja baru.
Ia juga menekankan bahwa IPDN harus menjadi teladan semangat gotong royong, toleransi, dan kebersamaan di tengah keberagaman bangsa.
“Kalian adalah calon pemimpin pemerintahan masa depan. Jadilah perekat persatuan Indonesia dan jaga etika, norma, serta perilaku kalian,” pesannya.
Wamendagri mendorong IPDN untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam penguasaan teknologi informasi dan bahasa asing. Ia mengingatkan pentingnya membuka peluang akademik global, termasuk melanjutkan studi melalui program beasiswa LPDP.
“Praja IPDN harus mampu bersaing di level internasional. Penguasaan teknologi dan bahasa asing bukan lagi pilihan, tapi keharusan,” tegasnya.
Tahun ini, Angkatan XXXVI IPDN mengusung nama “Harsha Ksatrya”, yang berarti ksatria yang gembira atau pelindung kebahagiaan. Nama ini dipilih sebagai simbol semangat baru generasi pamong yang siap mengabdi dengan ketulusan, keceriaan, dan integritas tinggi.
Menurut Rektor IPDN, Dr. Halilul Khairi, M.Si, seluruh praja yang dilantik telah melewati pembinaan awal yang ketat, mulai dari Pengenalan Kehidupan Kampus dan Budaya Akademik (PKKBA) hingga Pendidikan Dasar Mental dan Disiplin Praja (DiksarmendisPra).
“Mereka kami latih untuk memahami nilai-nilai dasar kepamongprajaan, kedisiplinan, dan jiwa pelayanan publik. Pada 20 Oktober 2025 nanti, mereka akan resmi memulai perkuliahan dengan landasan nilai Asthabrata, yaitu delapan sifat kepemimpinan yang luhur,” jelasnya.
Dengan pelantikan ini, IPDN kembali menegaskan komitmennya untuk melahirkan aparatur pemerintahan berintegritas, cerdas, dan berwawasan global. Praja “Harsha Ksatrya” diharapkan menjadi generasi muda pamong yang membawa energi positif, menjaga semangat pelayanan publik, dan memperkuat sistem pemerintahan daerah maupun nasional.
“Mereka bukan hanya dididik untuk memimpin, tetapi juga untuk melayani,” pungkas Rektor. (tha)
PENYEMATAN PANGKAT: Plt Wakil Rektor Bidang Hukum Kerjasama dan Kepegawaian IPDN Arief M. Edie menyematkan tanda pangkat kepada praja pratama yang saat pengukuhan tidak dihadiri orang tuanya.






