RADARSUMEDANG.id, RANCAKALONG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memastikan Pemerintah Daerah terus berupaya menangani genangan air yang melanda lahan pertanian warga di Dusun Cihamerang, Desa Sukasirnarasa, Kecamatan Rancakalong, akibat saluran Sungai Cibawang tersumbat tanah buangan (disposal) proyek Tol Cisumdawu.
“Intinya kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mencari beberapa opsi penanganan dan menyampaikan usulan ke Kementerian PUPR,” ujar Bupati Dony dalam keterangan persnya, Rabu (15/10/2025).
Sambil menunggu langkah konkret dari pemerintah pusat, Pemkab Sumedang memberikan bantuan kepada warga terdampak untuk meringankan beban mereka. Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 61 kepala keluarga (KK) mengalami kerugian akibat sawah mereka tergenang air yang terbendung oleh tanah buangan proyek tol tersebut.
Dony mengakui bahwa dampak lingkungan yang menimbulkan genangan ini menjadi kerugian besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, Pemkab menyalurkan bantuan sebesar Rp1 juta per KK hingga menjelang Lebaran.
“Pemda hadir memberikan bantuan untuk 61 KK sebesar Rp1 juta per pemilik lahan sampai Lebaran. Karena untuk panen padi juga tidak ada, lahan mereka sudah tidak bisa digunakan akibat genangan disposal proyek tol,” jelasnya.
Sebagaimana diberitakan Radar Sumedang sebelumnya, sekitar 9 hektare sawah warga terdampak akibat saluran air yang tersumbat oleh tanah buangan proyek tol Cisumdawu. Kondisi itu menimbulkan genangan seperti bendungan kecil yang menutup area pertanian warga dan dikhawatirkan semakin parah jika tak segera ditangani.
Pada kesempatan sebelumnya, tepatnya 8 Maret 2025, Bupati Dony juga telah menegaskan bahwa langkah awal yang dilakukan pemerintah daerah adalah pengeringan lahan agar sawah kembali ke fungsi semula. “Jika tidak segera dikeringkan, ada potensi jebol yang bisa memperparah situasi. Pengeringan dan penataan kembali tanah akan kami percepat,” katanya kala itu.
Selain itu, Pemkab Sumedang juga akan menyurati Kementerian PUPR untuk mempertimbangkan pembebasan lahan terdampak. “Ada beberapa alternatif yang sedang kami kaji, termasuk opsi pembebasan lahan,” tambah Dony.
Sebelumnya, rapat koordinasi terkait penanganan dampak disposal telah dilakukan di Aula Setda Sumedang pada Senin (25/8/2024), dipimpin oleh Sekretaris Daerah Hj. Tuti Ruswati. Rapat tersebut dihadiri perwakilan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), CKJT, BBWS Cimanuk–Cisanggarung, Dinas Perkimtan, serta Bappeda Sumedang.
Sekda Tuti menjelaskan bahwa hasil survei lapangan menunjukkan perlunya segera dilakukan pengeringan lahan. “Akses jalan menuju lokasi akan dibuka, dan biayanya akan ditanggung oleh pihak CKJT,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan akses menuju lokasi akan segera dimulai. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah terealisasi. Minggu depan kami targetkan proses penyedotan air sudah bisa dilakukan agar sawah warga kembali kering,” ujar Tuti.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Sumedang berharap permasalahan genangan di wilayah Cihamerang dapat segera tertangani dan aktivitas pertanian warga kembali normal.(jim)







