RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Musim hujan membawa tantangan tersendiri bagi para petani Ubi Cilembu di Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.
Curah hujan tinggi dan suhu dingin membuat produktivitas ubi khas manis itu menurun, namun harga jualnya justru melonjak tajam di pasaran.
Kepala Desa Cilembu, Asep Suhara, mengatakan hampir seluruh wilayah di desanya memiliki pelaku usaha olahan ubi, mulai dari skala kecil hingga yang sudah menembus pasar ekspor.
“Hampir semua RW punya pengusaha olahan ubi. Ada yang ekspor, ada juga yang masih lokal dan nasional,” ujar Asep saat ditemui, Kamis (15/10).
Ia menjelaskan, saat musim hujan kualitas ubi menurun karena kadar air berlebih memengaruhi rasa dan tekstur.
“Kalau musim hujan, produktivitasnya berkurang karena terlalu banyak air. Kualitasnya juga agak beda sedikit, karena suhu dingin bikin rasanya kurang maksimal,” tuturnya.
Meski hasil panen turun, para petani tetap bisa bernapas lega. Harga ubi mentah di tingkat petani kini menembus Rp10 ribu per kilogram, naik signifikan dibanding bulan sebelumnya yang masih di bawah angka itu.
Sementara itu, ubi matang yang banyak dijual di sepanjang jalan Desa Cilembu juga mengalami kenaikan cukup tajam, dari Rp15 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram.
Asep berharap lonjakan harga ini mampu menutup kerugian akibat penurunan hasil panen serta menjaga semangat pelaku UMKM olahan ubi Cilembu untuk tetap produktif di tengah perubahan musim.
“Kami berharap para pelaku usaha tetap bisa bertahan dan terus berinovasi. Musim boleh berganti, tapi semangat petani dan pengusaha Cilembu jangan sampai padam,” pungkasnya. (tha)







