RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Dalam upaya memperkuat pelayanan publik sekaligus mempercepat penanganan bagi warga terdampak bencana dan masyarakat rentan, Kecamatan Tanjungsari meluncurkan inovasi layanan sosial bertajuk SIGAP BERSAMA (Sistem Gerak Cepat Bantuan Sosial dan Penanganan Masyarakat Rentan).
Program ini dirancang sebagai sistem tanggap darurat berbasis partisipasi masyarakat melalui donasi mikro sebesar Rp1.000 per hari secara sukarela. Dana yang terkumpul digunakan untuk membantu kebutuhan mendesak warga yang mengalami bencana, sakit berat, atau kondisi sosial darurat—mulai dari kebutuhan bahan pokok hingga biaya transportasi menuju layanan kesehatan.
Camat Tanjungsari, Agus Beni Triyadie, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa ide SIGAP BERSAMA lahir dari keprihatinan terhadap lambatnya penanganan akibat keterbatasan anggaran dan proses administrasi yang panjang.
“Melalui SIGAP BERSAMA, kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang menunggu lama untuk mendapatkan bantuan dasar. Prinsipnya cepat, transparan, dan gotong royong,” ujarnya.
Inovasi ini memadukan teknologi sederhana dengan semangat kebersamaan. Pengumpulan donasi dan pelaporan kegiatan dilakukan menggunakan Google Form dan Google Sheet, sehingga setiap transaksi dan penyaluran bantuan dapat dipantau secara terbuka oleh masyarakat. Laporan keuangan, jumlah penerima bantuan, hingga dokumentasi kegiatan dipublikasikan secara berkala untuk menjaga kepercayaan publik.
Selain penanganan bencana, SIGAP BERSAMA juga bekerja sama dengan tenaga medis dari klinik pemerintah maupun swasta untuk membantu warga yang sakit dan kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan. Tim akan menilai kondisi di lapangan, apakah pasien perlu dirujuk ke rumah sakit atau cukup dengan mendatangkan tenaga medis ke lokasi.
Dengan semangat “Karena kepedulian tidak harus menunggu,” program SIGAP BERSAMA menjadi bukti bahwa inovasi pelayanan publik tidak selalu harus mahal, melainkan harus tepat waktu, transparan, dan berkelanjutan.(Rls)






