Pemkab Sumedang Dorong Ketahanan Pangan Daerah Lewat Program Satu Hektare Buruh Tani Bangkit (Starbak)

oleh
Talkshow memperingati Hari Pangan di Seehouse Coffee and Space, Pusat Oleh-Oleh Sumedang, baru-baru ini. Dalam talkshow tersebut Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila (tengah) menyampaikan program ketahanan pangan.

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat program ketahanan pangan daerah melalui berbagai inisiatif, salah satunya lewat program Satu Hektare Buruh Tani Bangkit (Starbak).

Program ini melibatkan kelompok buruh tani yang menggarap lahan milik kas desa dengan dukungan pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah daerah.

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menyampaikan hal tersebut dalam talkshow memperingati Hari Pangan yang digelar di Seehouse Coffee and Space, Pusat Oleh-Oleh Sumedang, baru-baru ini.

Menurut Fajar, pemerintah daerah akan memprioritaskan ketersediaan pupuk bagi petani pada tahun 2026 mendatang.

“Pupuk masih menjadi persoalan di lapangan. Ada kendala administratif yang menyulitkan petani, sehingga Dinas Pertanian perlu membuat terobosan agar pupuk bisa lebih mudah diakses,” kata Fajar.

Selain itu, lanjut Fajar, Pemkab Sumedang juga memperkuat kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga ketahanan pangan. Ia menyebut, pemerintah daerah menjalin kerja sama dengan Polres Sumedang dan Kodim 0610/Sumedang dalam berbagai kegiatan pertanian.

“Kami bersama Forkopimda menanam ubi Cilembu, padi, dan jagung sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan, pemerintah daerah juga rutin menggelar Gerakan Pasar Murah. Kegiatan tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan bumbu dapur dengan harga terjangkau melalui kerja sama dengan sejumlah vendor.

“Langkah ini penting untuk mengintervensi harga pangan agar tetap stabil di pasaran,” tambah Fajar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sumedang Tono Suhartono menilai kehadiran petani milenial menjadi faktor penting dalam inovasi sektor pertanian di daerah.

“Kami akan terus menambah jumlah petani milenial yang melek teknologi agar pertanian di Sumedang semakin maju,” ujarnya.

Talkshow tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Sumedang, serta para pelaku UMKM. Diskusi berlangsung interaktif membahas arah dan strategi pembangunan pangan berkelanjutan, termasuk sinergi antara sektor pertanian, lingkungan, dan industri untuk menjaga keseimbangan ekologi daerah. (gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.