RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG – Penurunan angka stunting di Kabupaten Sumedang bukan terjadi secara tiba-tiba. Capaian 6,74 persen yang kini diraih merupakan hasil dari strategi intervensi terpadu lintas sektor yang dilakukan pemerintah daerah secara konsisten sejak beberapa tahun terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Sumedang Dikdik Sadikin menjelaskan, pihaknya bersama perangkat daerah lain telah mengintegrasikan intervensi spesifik dan sensitif melalui berbagai program. Mulai dari penguatan layanan Posyandu, pemberian edukasi gizi, hingga pendampingan keluarga berisiko stunting.
“Setiap anak yang terdeteksi berisiko langsung mendapat pendampingan oleh tenaga kesehatan, kader, dan tim pendamping keluarga. Jadi semua bergerak bersama,” ujarnya.
Program Tim Pendamping Keluarga (TPK) menjadi salah satu ujung tombak keberhasilan tersebut. Mereka turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi ibu hamil, memastikan kecukupan gizi, serta mendorong keluarga agar aktif datang ke Posyandu.
Selain itu, Pemkab Sumedang juga memanfaatkan teknologi melalui aplikasi Sistem Informasi Stunting Sumedang (SIS-Sumedang) yang memungkinkan data pengukuran balita di Posyandu terintegrasi dengan Dinas Kesehatan dan Bappeda secara real-time.
“Dengan SIS-Sumedang, kami bisa tahu titik-titik mana yang perlu intervensi cepat. Jadi keputusan bisa diambil berdasarkan data, bukan asumsi,” tambahnya.
Pendekatan berbasis data ini memperkuat sistem pengawasan sekaligus meningkatkan akurasi dalam menentukan langkah intervensi. Misalnya, ketika ditemukan wilayah dengan kasus gizi buruk meningkat, tim lintas sektor segera diterjunkan membawa paket bantuan pangan, edukasi gizi, dan pemeriksaan kesehatan.
Upaya penurunan stunting di Sumedang juga melibatkan kontribusi lintas sektor, termasuk Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan, dan Dinas PUPR yang memastikan akses air bersih serta sanitasi layak di daerah rentan.
“Konvergensi menjadi kata kunci. Tidak cukup hanya Dinas Kesehatan yang bergerak, tapi semua sektor ikut berperan sesuai fungsinya,” tegas Dikdik.
Capaian ini menjadikan Sumedang sebagai model implementasi percepatan penurunan stunting berbasis data di Jawa Barat. Sejumlah daerah bahkan disebut mulai melakukan studi tiru terhadap sistem yang telah dikembangkan Pemkab Sumedang.(jim)







