Kerap Anemia saat Masa Kehamilan? Mungkin Hal ini Penyebabnya

oleh
foto ilustrasi

Oleh: Faza Haula Usman

RADARSUMEDANG.id — Tingginya penderita anemia pada ibu hamil menjadi permasalahan serius saat ini di bidang gizi karena dapat membuat janin mengalami kerusakan sel otak, terhambatnya pertumbuhan janin, cacat pada bayi, bahkan dapat merenggut nyawa ibu dan janin. Word  Health Organization (WHO) mengatakan jumlah penduduk penderita anemia mencapai 52 dari 100 penduduk dan di indonesia 70% ibu hamil menderita anemia.

Anemia yang diderita ibu hamil faktor dari defisiensi zat besi yang diperoleh dari asupan makanan. Zat besi adalah salah satu komponen penting dari hemoglobin pada darah yang berfungsi untuk mengikat oksigen agar disalurkan ke sel sel tubuh untuk mendapatkan energi maka karena kebutuhan energi ibu hamil lebih banyak dibandingkan orang normal, ibu hamil harus mengkonsumsi makanan kaya akan zat besi dengan jumlah yang lebih besar.

Untuk membantu meningkatkan zat besi pada ibu hamil dapat dengan mengkonsumsi tablet fe, maka dapat menanggulangi anemia pada ibu hamil. Penyerapan zat besi pada ibu hamil tergantung pada ketersediaan vitamin C. Peranan Vitamin C dapat untuk mereduksi besi ferri (Fe3+) menjadi ferro (Fe2+) dalam usus halus sehingga mudah diabsorbsi dan proses reduksi akan berjalan dalam suasana asam.

Maka disarankan mengkonsumsi makanan yang mengadung tinggi vitamin C agar kerja dari tablet fe dapat berjalan sempurna. Sumber vitamin C yang paling umum adalah buah buahan salah satunya buah sukun. Buah sukun tidak dapat dimakan secara langsung harus melalui proses pengolahan seperti direbus, dikukus, dibakar dan dapat diolah menjadi tepung. Kadar vitamin C pada buah sukun sekitar 29-69 mg per 100 gram sukun. Angka yang cukup tinggi ini dapat menjadi sebuah solusi bahwa sukun dapat mengatasi defisiensi zat besi. (*)

*)Mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad

No More Posts Available.

No more pages to load.