Polisi Teliti Kecelakaan Maut Peziarah di Wado, Polda Jabar Gunakan Alat TAA Ungkap Penyebab

oleh
Petugas Ditlantas Gakkum Polda Jabar bersama Satlantas Polres Sumedang, menggelar olah TKP lanjutan insiden kecelakaan maut mikrobus di Wado, Senin (3/11). Guna memastikan penyebab pasti kecelakaan, polisi menerjunkan alat traffic accident analysis.

RADARSUMEDANG.id, WADO – Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Barat diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan maut rombongan peziarah di Jalan Raya Malangbong–Wado, kawasan Cae, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Senin (3/11). Kecelakaan tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia.

Tim yang dipimpin Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar, Kompol Mohammad Amirul Hakim, bekerja bersama Satlantas Polres Sumedang menggunakan alat TAA untuk memastikan penyebab kecelakaan.

“Jadi kejadian kemarin sudah dilakukan olah TKP oleh Polres Sumedang, namun kami melakukan backup menggunakan alat TAA. Tujuannya untuk memperjelas penyebab kecelakaan, baik dari faktor manusia, jalan, kendaraan, maupun kondisi lingkungan. Hasil kerja Polres dan kami sejauh ini sinkron,” ujar Amirul.

Hingga kini, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan teknis dan pemindaian lokasi berlangsung sekitar dua jam. Kesimpulan akhir akan diambil berdasarkan hasil analisis alat TAA serta keterangan saksi.

Sopir microbus bernomor polisi E 7566 KC, Dedeng Iskandar (55), hingga kini belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan di RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang.

“Proses ini membutuhkan waktu satu sampai dua jam. Kami akan meneliti hasil pemindaian serta keterangan saksi. Sopirnya masih dirawat, jadi belum bisa diperiksa,” tambah Amirul.

Dari hasil temuan awal, polisi mendapati kontur jalan di lokasi kejadian memiliki kemiringan tajam mencapai sekitar 80 derajat dengan tikungan curam. Selain itu, tidak ditemukan jejak pengereman dari arah kendaraan microbus menuju titik terguling.

“Kemiringan di lokasi cukup ekstrem, dari arah atas jalannya menikung dan tidak ditemukan jejak rem. Bisa saja karena rem blong, sopir mengantuk, atau faktor lain seperti penerangan yang kurang. Secara kasat mata, kontur jalan memang berpengaruh,” jelasnya.

Dalam olah TKP tersebut, polisi melakukan pemindaian di empat titik berbeda. Penelitian lanjutan juga akan dilakukan untuk menilai kelayakan jalur tersebut dilalui kendaraan berkapasitas besar.

“Dari titik atas hingga lokasi tergulingnya kendaraan akan diteliti lebih lanjut. Soal layak atau tidak, nanti akan dibahas melalui forum komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan,” pungkasnya. (gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.