RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Sebanyak 30 petani dan 16 mahasiswa mengikuti Pelatihan Pengolahan Limbah Pertanian untuk Pembuatan Pupuk Organik Cair di Dusun Cicalung, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Minggu (2/11) lalu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat 2025 yang digagas oleh Kelompok Keilmuan Sains dan Bioteknologi Tumbuhan (SBT) Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Ketua KK SBT, Prof. Dr. Sri Nanan B. Widiyanto, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian akademisi terhadap pengelolaan limbah pertanian agar memiliki nilai guna lebih.
“Pelatihan ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan limbah pertanian menjadi pupuk organik cair. Selain mengurangi limbah di lingkungan, hasilnya bisa mendukung pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan bertema “Peduli Lingkungan dengan Olah Limbah Pertanian” ini diharapkan mampu menjadi alternatif pengelolaan limbah di sekitar kawasan pertanian Desa Cigendel.
Acara juga dihadiri oleh Prof. Theo Elzenga dari University of Groningen, Belanda, yang turut memberikan dukungan terhadap kolaborasi internasional dalam kegiatan pengabdian ini.
Program ini diketuai oleh Ir. Yeyet Setiawati, M.P., dan melibatkan sejumlah dosen dari SITH ITB, di antaranya Prof. Dr. Iriawati, Dr. Erly Marwani, Dr. Taufikurahman, Dr. Trimurti Hesti Wardani, Dr. Andira Rahmawati, M.Si., Prof. Dr. Rizkita Rachmi Esyanti, Dr. Ahmad Faizal, Dr. Ir. Eri Mustari, M.P., Lili Melani, Ph.D., Pramesti Istiandari, M.Eng., Ph.D., dan Dr. Totik Sri Mariani.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Prof. Sri Nanan B. Widiyanto dan Kepala Desa Cigendel, Mulyana, yang menyambut baik kehadiran tim ITB.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian ITB kepada masyarakat desa kami. Ini menjadi ilmu berharga bagi para petani,” ucapnya.
Materi pertama disampaikan oleh Ir. Yeyet Setiawati, M.P., mengenai konsep pertanian ramah lingkungan yang menekankan keseimbangan antara produktivitas, kelestarian alam, dan kesejahteraan manusia.
Sementara Dr. Ir. Eri Mustari, M.P., memberikan materi tentang pemanfaatan limbah ubi Cilembu dan pisang sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair.
Peserta kemudian melakukan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair. Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Cigendel diharapkan mampu mengolah limbah pertanian secara mandiri serta meningkatkan hasil panen, khususnya ubi Cilembu dan pisang, dengan sistem bertani yang lebih ramah lingkungan.
Program ini merupakan bagian dari Kegiatan Pengabdian Masyarakat PPMI SITH ITB Tahun 2025, yang berkomitmen mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani lokal. (tha)







