ITB Dorong Ketahanan Pangan Jawa Barat Lewat Teknologi Pupuk Hayati

oleh

RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada inovasi teknologi budidaya pertanian.

Melalui Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK), ITB meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Skema Top Down Ketahanan Pangan di Jawa Barat, dengan salah satu kegiatan unggulannya berupa Aplikasi Pupuk Hayati dalam Budidaya Tanaman Sayuran dan Buah.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh tim dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB, terdiri atas Dr. Ir. Dadang Sumardi, MP., Indrawan Cahyo Adilaksono, Ph.D., Tetep Ginanjar, SP., MP., dan Kemas Abiyusuf Zaidan, ST, ini berlangsung sejak Juli hingga November 2025.

Fokus kegiatan meliputi penerapan pupuk hayati dalam proses budidaya tanaman sekaligus penyebarluasan teknologi kepada kelompok tani, kelompok wanita tani, dan siswa SMK pertanian.

Salah satu implementasi nyata kegiatan ini adalah penanaman jagung manis dengan aplikasi pupuk hayati komersial Mustika Tani (PT BGN Agripeuneur) yang dilakukan sejak September di Kebun Pendidikan SITH ITB, Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

Panen diperkirakan pada November 2025, dan hasilnya akan disumbangkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdekat.

Selain praktik lapangan, ITB juga menyelenggarakan kegiatan diseminasi teknologi pupuk hayati pada 26 Oktober 2025, yang diikuti oleh 25 peserta dari kelompok tani Haurngombong dan Tanjungsari serta siswa SMK PPN Tanjungsari.

Kegiatan ini menghadirkan Husna Nugrahapraja, Ph.D., dan Dr. Ir. Dadang Sumardi, MP. sebagai narasumber dengan dukungan mahasiswa SITH ITB. Peserta mendapatkan materi teori pupuk hayati, praktik pembuatan pupuk hayati fermentasi sederhana, serta demonstrasi aplikasi pupuk hayati komersial.

Menurut Dr. Dadang Sumardi, pemilihan topik aplikasi pupuk hayati dalam budidaya tanaman sayuran dan buah bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pertanian ramah lingkungan yang menjaga kualitas tanah dan produksi secara berkelanjutan.

“Pupuk hayati mengandung mikroorganisme hidup yang mampu memperbaiki kesuburan tanah secara biologis. Dengan menyeimbangkan penggunaan pupuk kimia dan hayati, kita bisa menjaga keberlanjutan produksi pangan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, ITB berharap dapat mendorong alih teknologi dan perubahan pola pikir masyarakat penggiat pertanian agar lebih peduli terhadap kelestarian tanah serta mendukung upaya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. (tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.