RADARSUMEDANG.id, KOTA — Yayasan Desa Sukses Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi pemuda desa melalui berbagai kegiatan pemberdayaan. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Komunitas Pemuda Desa Sukses (KADES), wadah yang menyiapkan para Duta Desa agar mampu mengolah peluang ekonomi berbasis potensi lokal.
Sebagai bagian dari program tersebut, Founder Desa Sukses H. Ridwan Solichin belum lama ini mengajak para Duta Desa melakukan kunjungan lapangan ke sebuah peternakan ayam petelur sukses di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Kunjungan ini menjadi sarana belajar langsung tentang pengelolaan peternakan modern sekaligus membuka wawasan para pemuda mengenai peluang usaha di sektor unggas.
Kang Rinso, sapaannya, menjelaskan bahwa peternakan ayam petelur memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan pemuda desa jika dikelola dengan baik. Melalui kunjungan tersebut, para Duta Desa diperkenalkan pada manajemen kandang, pemilihan bibit, penanganan pakan, hingga proses produksi telur.

“Dari peternakan yang sudah berjalan dengan baik seperti ini, para pemuda KADES bisa belajar banyak hal. Ada potensi besar di sekitar kita, tinggal bagaimana kita mengambil celah yang memungkinkan untuk dikembangkan,” ujar Kang Rinso, baru-baru ini.
Selain memahami teknis peternakan, para pemuda juga dipaparkan peluang usaha turunan di sektor unggas. Salah satunya adalah distribusi telur langsung ke masyarakat. Pemuda desa berpeluang menjadi distributor lokal sehingga jalur distribusi menjadi lebih pendek dan harga telur bisa lebih terjangkau.
KADES juga didorong sambung Kang Rinso untuk menjajaki peluang pengembangan pakan alternatif berbahan lokal, seperti dedak fermentasi, maggot, atau formulasi rumahan. Selain menekan ketergantungan pada pakan pabrikan, inovasi ini juga dapat menekan biaya produksi para peternak.
“Insya Allah Yayasan Desa Sukses Indonesia akan hadir mendampingi para peternak ayam sekaligus membuka ruang bagi pemuda desa untuk mengembangkan usaha baru yang lebih mandiri,” tambah Kang Rinso.

Program pendampingan ini merupakan bagian dari misi besar Yayasan Desa Sukses Indonesi untuk mencetak pemuda desa yang kreatif, berdaya saing, dan mampu menciptakan peluang usaha di lingkungan sendiri. Para Duta Desa yang tergabung dalam KADES ditargetkan menjadi motor penggerak pemuda lain di wilayahnya masing-masing.
Ke depan, KADES akan mengembangkan lebih banyak pelatihan teknis di bidang peternakan, termasuk pelatihan pengolahan limbah ternak, pemasaran digital, hingga manajemen usaha mikro berbasis desa.
“Harapannya, pemuda desa bisa menjadi inspirasi dan penggerak utama ekonomi desa. Bareng-bareng kita bangun desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan,” pungkas Kang Rinso.(Rik)





