Manfaatkan Teknologi AI, Warga Tanjungsari Didorong Kembangkan Usaha dan Tingkatkan Penghasilan  

oleh
H Ridwan Solichin (Ilustrasi Generate AI/Radar Sumedang)

RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bukan hanya menjadi tantangan bagi dunia kerja, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, hingga menciptakan sumber penghasilan tambahan. Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat, masyarakat dapat beradaptasi dengan perubahan zaman sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Semangat itulah yang diusung dalam seminar inspiratif bertajuk Menggali Potensi di Era Teknologi AI yang diselenggarakan PKBM Swarnabumi di Aura Corner, Unit Pelatihan PKBM Swarnabumi, Jalan Pagaden No. 59, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan teknologi AI secara sederhana, praktis, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pesertanya tidak hanya berasal dari lingkungan PKBM Swarnabumi, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengusaha, pelajar, mahasiswa, kreator konten, serta masyarakat umum.

Tokoh masyarakat asal Jatinangor sekaligus penggerak kemajuan pendidikan dan ekonomi rakyat, H. Ridwan Solichin, S.IP., M.Si., dijadwalkan menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Ia akan berbagi perspektif mengenai pentingnya penguasaan keterampilan digital untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam bidang pendidikan, kewirausahaan, dan pengembangan ekonomi.

Menurut Kang Rinso, sapaannya, perkembangan teknologi perlu disikapi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri. Masyarakat tidak harus menjadi ahli teknologi terlebih dahulu untuk dapat merasakan manfaat AI. Dengan kemauan belajar dan pendampingan yang tepat, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan produktif.

“Teknologi harus bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jangan sampai perkembangan digital hanya dinikmati oleh mereka yang sudah memiliki kemampuan atau modal besar. Pelaku UMKM, ibu rumah tangga, anak muda, dan masyarakat kecil juga harus mendapatkan kesempatan untuk belajar dan memanfaatkannya,”pesan Kang Rinso.

Seminar ini juga akan menghadirkan Deni Setiawan, praktisi pengembangan teknologi digital dan AI sekaligus penggagas serta pendiri KDS AFFILAB. Materi yang disampaikan berfokus pada pemanfaatan AI untuk mendukung aktivitas usaha, khususnya dalam pembuatan konten digital dan strategi promosi produk.

Peserta akan diperkenalkan pada cara memanfaatkan AI untuk menemukan ide bisnis, menyusun materi promosi, membuat konten yang menarik, serta mengenali peluang usaha dan penghasilan melalui platform digital.

Bagi pelaku UMKM, kemampuan membuat konten promosi menjadi salah satu kebutuhan penting di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Produk yang berkualitas perlu didukung strategi pemasaran yang efektif agar dapat menjangkau konsumen lebih luas.

Selama ini, keterbatasan biaya, peralatan, dan keterampilan kerap menjadi kendala bagi pelaku usaha kecil untuk menghasilkan konten pemasaran yang menarik. Pemanfaatan AI berpotensi membantu menyederhanakan proses tersebut, termasuk dalam menyusun konsep promosi dan mengembangkan materi digital.

“Yang ingin dibangun bukan sekadar kemampuan mengenal teknologi, melainkan keberanian masyarakat untuk mencoba, berkreasi, dan memanfaatkannya bagi kegiatan yang produktif. Teknologi akan lebih bermakna ketika bisa membantu seseorang mengembangkan usaha dan meningkatkan nilai ekonominya,” urainya lagi.

Menariknya, penyelenggara juga menawarkan akses gratis tanpa biaya langganan ke perangkat AI melalui platform resmi KDS AFFILAB bagi peserta sesuai ketentuan program. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi bekal awal agar peserta tidak berhenti belajar setelah seminar selesai.

Platform tersebut diperkenalkan sebagai sarana untuk membantu pembuatan konten video tanpa harus melalui proses syuting dan penyuntingan secara konvensional. Dengan demikian, peserta berkesempatan mengenal alternatif produksi konten digital yang lebih praktis.

Penyelenggaraan seminar di lingkungan PKBM Swarnabumi juga memperlihatkan pentingnya pendidikan nonformal dalam memperluas akses pembelajaran keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Penguasaan keterampilan digital tidak lagi terbatas pada mereka yang menempuh pendidikan di bidang teknologi informasi. Masyarakat dari berbagai latar belakang dapat mempelajarinya sesuai kebutuhan, mulai dari mendukung pemasaran produk rumahan hingga mengembangkan peluang kerja berbasis digital.

PKBM Swarnabumi berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar lebih siap menghadapi perubahan teknologi sekaligus mampu menangkap peluang ekonomi yang muncul.

Seminar yang dijadwalkan mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai tersebut terbuka bagi berbagai kalangan dengan biaya pendaftaran Rp100.000. Informasi dan pendaftaran dapat diperoleh melalui Nurul Aini di nomor 0819-0432-2575.(rik)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.