RADARSUMEDANG.id, RANCAKALONG – Ekosistem budaya Sunda di kawasan Geoteater Rancakalong terus berkembang seiring hadirnya berbagai fasilitas dan wahana edukasi baru. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa kawasan perbukitan tersebut kini menjadi ruang belajar, wisata, dan pertunjukan seni yang semakin lengkap.
Selain menampilkan berbagai kesenian Kasumedangan, area sekitar gedung utama yang mengusung arsitektur Sunda kini dilengkapi beragam spot bernuansa tradisional. “Di antaranya saung bambu dengan perlengkapan dapur zaman dulu, seperti yang pernah dibangun Kecamatan Sumedang Utara untuk mengenalkan warisan nenek moyang,” kata Bupati Dony didampingi Camat Sumedang Utara, Ayuh Hidayat.
Para pelajar yang berkunjung dapat mengikuti wisata edukasi budaya, mulai dari latihan gamelan, tari, Tarawangsa, hingga kaulinan barudak atau permainan anak tradisional. Program ini diharapkan menjadi alternatif agar generasi muda tidak terus terpaku pada gawai.
“Pengunjung juga dapat melihat peralatan tradisional masyarakat Sunda, termasuk cara bercocok tanam, proses panen, hingga memasak menggunakan hawu—dapur kayu bakar dan abu untuk menanak nasi dan memasak,” jelas Dony.
Tak hanya itu, Geoteater Rancakalong kini dilengkapi gedung pertunjukan tertutup, rumah batik, amphiteater terbuka, halaman agrowisata, hingga area kuliner. Beragam produk lokal pun tersedia, seperti kopi Buhun dari Nagarawangi dan Pizza Ambu.
“Setiap Sabtu digelar pertunjukan rutin seni budaya Sunda sebagai upaya pelestarian sekaligus ruang ekspresi bagi seniman. Di lokasi ini juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Geoteater 360 derajat yang nantinya memungkinkan pengunjung menikmati panorama dari segala sisi,” ujarnya.
Dony menambahkan, dari kawasan tersebut pengunjung dapat melihat pemandangan Gunung Tampomas, Gunung Ciremai, Menara Kujang Sepasang, hingga hamparan jalan tol yang tampak membentuk pola di antara perbukitan Sumedang.
Ke depan, kawasan ini juga akan dilengkapi Bale Ki Sunda, sebuah wahana edukasi yang mengenalkan peralatan pertanian tradisional, aktivitas memasak, berkebun, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Sunda tempo dulu.
“Intinya, Geoteater Rancakalong diharapkan menjadi pusat pembelajaran budaya, ruang wisata edukatif, sekaligus destinasi pelestarian kearifan lokal bagi masyarakat dan pelajar,” katanya. (jim)





