RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG SELATAN – Seorang guru SMPN 4 Sumedang, Siti Nurhayati, ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya di Kampung Toga, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, pada 25 November lalu. Korban ditemukan oleh suaminya dalam kondisi tergantung.
Namun, kematian guru Pendidikan Agama Islam tersebut memunculkan tanda tanya besar. Di tubuh dan kepala korban ditemukan sejumlah luka lebam yang dinilai tidak lazim jika dikaitkan dengan dugaan bunuh diri.
Untuk memastikan penyebab kematian, Satuan Reserse Kriminal Polres Sumedang pada Rabu pagi melakukan ekshumasi terhadap jasad Siti. Jasad yang sebelumnya telah dimakamkan di kampung halamannya, Dusun Warung, Desa Cikareo Selatan, Kecamatan Wado, dibongkar kembali oleh tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung.
“Ekshumasi ini kami lakukan karena kami menerima informasi adanya dugaan kematian yang tidak wajar,” kata Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah, saat memimpin proses ekshumasi.
Tanwin menyebutkan, informasi penyebab kematian Siti masih simpang siur. Ada yang menyebut korban meninggal karena sakit pascaoperasi usus buntu, namun ada juga yang mengarah pada dugaan bunuh diri.
Namun, polisi menemukan sejumlah kejanggalan saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Makanya kami lakukan ekshumasi untuk membuat terang apakah Siti meninggal karena sakit, bunuh diri, atau dibunuh,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil resmi pemeriksaan forensik baru akan keluar sekitar satu hari setelah ekshumasi. Secara kasat mata, tim menemukan luka lebam di bagian kepala.
“Hasil pemeriksaan forensik lisan sudah ada, tetapi legalitasnya kemungkinan baru keluar besok pagi,” tuturnya.
Hingga kini, polisi masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk suami korban, untuk memperdalam penyelidikan. (gun)







