RADARSUMEDANG.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat mengingatkan seluruh kabupaten/kota termasuk Kabupaten Sumedang untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. Kondisi atmosfer menunjukkan adanya kombinasi fenomena yang dapat memicu hujan lebat, angin kencang, hingga potensi bencana hidrometeorologis.
Peringatan tersebut disampaikan analis BMKG Jawa Barat, Ayu, dalam Rapat Koordinasi Mitigasi Bencana yang digelar di Gedung Negara Sumedang, Senin (8/12/2025) malam. Ayu memaparkan kondisi tersebut secara daring melalui Zoom.
Menurutnya, terdapat beberapa fenomena atmosfer yang kini aktif di wilayah Jawa Barat. Mulai dari gelombang atmosfer tipe Rossby, sirkulasi siklonik di Sumatera bagian selatan, hingga adanya belokan serta pertemuan angin.
“Kombinasi faktor-faktor ini meningkatkan peluang terbentuknya awan konvektif yang memicu hujan lebat dan angin kencang,” ujar Ayu.
Ia menjelaskan, kelembapan udara pada lapisan 850–500 mb berada di kisaran 50–95 persen dan diperkuat oleh suhu muka laut hangat di perairan selatan Jawa. Labilitas atmosfer juga berada pada kategori labil ringan hingga kuat, yang artinya potensi pertumbuhan awan hujan berskala lokal cukup besar.
Ayu menambahkan, wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jawa Barat dan Sumedang, saat ini memasuki periode kritis pembentukan siklon tropis yang lazim terjadi pada November hingga Februari. Jika tidak ditangani dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak tidak langsung siklon tropis dapat berpotensi memperparah cuaca buruk di daerah.
“Urgensi pengambilan kebijakan strategis menjadi kunci dalam mengatasi kerentanan infrastruktur yang ada saat ini,” tegasnya.
BMKG meminta seluruh pemangku kepentingan mempersiapkan langkah mitigasi secara cepat dan terkoordinasi agar risiko bencana dapat ditekan.(jim)







