Cek Titik Rawan Longsor di Sumedang Jelang Nataru 2026, BPBD Kerahkan Alat Berat dan Relawan

oleh
Petugas gabungan melakukan penanganan pohon tumbang di Cadas Pangeran, beberapa waktu lalu. Jelang Nataru, BPBD Sumedang memetakan daerah rawan bencana, diantaranya Cadas Pangeran, jalan Subang-Rancakalong, dan Situraja-Wado.

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang memastikan seluruh kesiapan menghadapi potensi bencana telah dimaksimalkan. Sejumlah titik rawan longsor dan pohon tumbang menjadi perhatian utama, mengingat meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang.

Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Bambang Rianto, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap jalur-jalur strategis yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Pemetaan ini mencakup jalur nasional Cadas Pangeran, jalur provinsi Rancakalong–Subang, serta Situraja–Wado.

“Selain beberapa jalur rawan longsor tersebut, sejumlah ruas jalan provinsi lainnya juga memiliki kerentanan serupa,” ujar Bambang, Rabu (10/12).

Untuk mengantisipasi potensi gangguan yang mungkin muncul, BPBD Sumedang memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, relawan, serta berbagai mitra penanggulangan bencana lainnya. Menurut Bambang, seluruh sumber daya disiagakan penuh selama masa libur Nataru.

“Semua potensi sumber daya akan kami siagakan, sehingga gangguan akibat bencana dapat diminimalkan atau ditangani dengan cepat,” katanya.

Selain itu, lanjut Bambang, Pemkab Sumedang juga menyiapkan sejumlah alat berat milik Dinas PU, DLH, serta BPBD guna mempercepat penanganan jika terjadi longsor di jalur nasional, provinsi, maupun kabupaten.

“Dengan kesiapsiagaan ini, kami berharap perayaan Nataru di Sumedang berlangsung aman, lancar, dan tanpa hambatan berarti bagi masyarakat,” tuturnya. (gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.