RADARSUMEDANG.id, CIMALAKA – Sekolah Sepak Bola (SSB) Mandala Sumedang memperingati hari jadinya yang ke-2 dengan menggelar turnamen sepak bola usia dini selama lima hari di Lapang Mandala, Desa Mandalaherang, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, pada 20 hingga 28 Desember 2025.
Ketua Panitia Anniversary ke-2 SSB Mandala Sumedang, Yosep Taufik Hidayat, S.Pd., Gr., mengatakan turnamen ini mempertandingkan sejumlah kelompok usia dengan jadwal yang telah disesuaikan agar seluruh peserta dapat bertanding secara maksimal.
“Pelaksanaan turnamen dimulai pada 20 Desember 2025 untuk KU 2016, dilanjutkan 21 Desember 2025 untuk KU 2014, kemudian 25 Desember 2025 untuk KU 2017. Selanjutnya pada 27 Desember 2025 mempertandingkan KU 2015 dan ditutup pada 28 Desember 2025 untuk KU 2013,” jelas Yosep.
Ia menambahkan, sistem pertandingan yang digunakan adalah setengah kompetisi dengan pembagian empat grup di masing-masing kelompok usia, kecuali KU 2017 karena jumlah pesertanya hanya lima tim.
Adapun jumlah peserta dalam turnamen ini meliputi KU 2017 sebanyak 5 tim, KU 2016 sebanyak 10 tim, KU 2015 sebanyak 15 tim, KU 2014 sebanyak 13 tim, dan KU 2013 sebanyak 13 tim.

Kegiatan Anniversary ke-2 SSB Mandala Sumedang ini turut dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya perwakilan ASKAB PSSI Kabupaten Sumedang, Ketua Forum Komunikasi SSB Kabupaten Sumedang, Kepala Desa Mandalaherang, Kepala SSB Mandala, serta Ketua PS Mandala.
Menurut Yosep, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bertujuan mempererat silaturahmi antar-SSB di Kabupaten Sumedang maupun luar daerah, menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, dan fair play, serta menjadi wadah pencarian bakat-bakat muda potensial.
“Harapannya, dari ajang ini lahir pemain-pemain muda yang mampu membawa nama baik daerah masing-masing ke jenjang yang lebih tinggi. Mudah-mudahan suatu saat ada yang menjadi kebanggaan Jawa Barat, bahkan memperkuat Persib Bandung,” ujarnya.
Lebih lanjut Yosep menegaskan bahwa arah pembinaan di SSB Mandala membedakan secara tegas antara prestasi instan dan pengembangan pemain jangka panjang. Fokus utama bukan semata mengejar trofi, melainkan mencetak pemain yang berkualitas secara teknik, mental, dan karakter.

Ia juga berpesan kepada para orang tua agar berperan sebagai sistem pendukung utama dalam pembinaan sepak bola usia dini. “Orang tua bukan pelatih kedua, tetapi pendukung agar anak-anak tetap mencintai olahraga ini dan berkembang dengan bahagia,” katanya.
Dalam turnamen Anniversary ke-2 ini, SSB Mandala Sumedang mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 pada kelompok usia KU 2016, KU 2015, KU 2014, dan KU 2013. Sementara pada KU 2017, tim SSB Mandala berhasil meraih Juara 3.
Penanggung jawab Anniversary sekaligus Kepala SSB Mandala Sumedang, Asep Silvayana, turut menyampaikan optimisme terhadap masa depan para pemain binaannya.
“Semoga ke depan ada anak-anak SSB Mandala yang bisa bermain di Tim Nasional. SSB Mandala bisa,” pungkasnya.(Rik)





