RADARSUMEDANG.ID – Lift yang baru saja selesai dibangun di area Mesjid Raya Ciromed (Merci), Desa Kutamandiri, Kecamatan Tanjungsari, sekarang sudah bisa difungsikan. Hanya saja, alat angkut vertikal yang digunakan untuk memindahkan orang atau barang itu belum diberlakukan sepanjang 24 jam.
Lift tersebut terletak di area belakang SPBU milik Al-Ma’soem sebagai lantai dasar. Sedangkan lantai dua berada di halaman parkir Merci dan lantai tiga atau paling atas adalah ujung jembatan yang tersambung ke halaman mesjid tersebut.
“Lift ini digunakan saat jam tertentu, misalnya saat waktu mau salat lohor sampai maghrib. Mungkin kalau sudah diresmikan, barulah bisa digunakan setiap saat,” sebut Aisyah, salah seorang pemilik warung di pelataran parkir Merci.
Kendati dibukanya saat jam tertentu, para jemaah dan pengunjung Merci cukup antusias mencoba sarana lift setinggi sekitar 15 meter itu. Di samping lift, juga terdapat tangga digunakan secara biasa. Para pengunjung juga banyak yang sengaja mencoba berjalan di atas jembatan penghubung lift dengan halaman Merci sepanjang sekitar 25 meter.
Ketua DKM Merci, Agus Wahyu mengatakan, pembangunan lift hasil donatur Al-Ma’soem. Saat ini belum ada serah terima lift itu secara resmi kepada Merci. “Kalaupun sewaktu-waktu lift digunakan, itu untuk uji coba,” sebut Agus.
Pihaknya juga merencanakan agenda gunting pita sebagai tanda peresmian lift ke Pemkab Sumedang. “Kami mencoba konsul ke kabupaten untuk nantinya ada gunting pita,” ucapnya.
Pemerintah Desa (Pemdes) Kutamandiri mengapresiasi terhadap pihak donatur yang telah membangun lift sebagai akses tambahan menuju Merci, demi meningkatkan pelayanan jemaah yang hendak beribadah. Sekretaris Desa (Sekdes) Kutamandiri, Hendri menyebut, atas nama Pemdes sangat bersyukur dan bangga bahwa di Merci yang merupakan wilayahnya sudah dibuat lift.
“Mudah-mudahan dengan ada-nya lift tersebut, bisa mendongkrak wisata religi di wilayah kami. Karena sebelum adanya lift di Merci, mungkin orang yang mau beribah saat sedikit dikarenakan melihat jalannya yang menanjak. Nah, dengan dipasangnya lift bisa memudahkan masyarakat atau tamu yang mau beribadah,” jelas Sekdes.
Sebagaimana diketahui, Merci berdiri di atas tanah seluas 4000 meter persegi yang di antaranya merupakan wakaf dari H. Ma’soem dan selebihnya hasil pembelian Pemkab Sumedang. Letaknya di sebelah Barat jalan raya yang menghubungkan kota Bandung dengan kota Sumedang.
Dibangunnya Merci pada 2001 dibiayai APBD Sumedang dan para donatur. Pada 26 April 2002, diresmikan langsung oleh Bupati Sumedang, H. Misbach. (tri)







