RADARSUMEDANG.ID – Dua pohon besar jenis Trembesi berusia ratusan tahun yang sudah kondisi lapuk dimakan usia dinilai mengancam keselamatan para pengunjung Wisata Mata Air Cipaingeun. Sebagian wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata di wilayah RT 33/RW 12, Dusun Parumasan, Desa Paseh Kaler, Kecamatan Paseh itu mengaku khawatir melihat kondisi dua pohon tersebut.
“Rasa cemas, khawatir tumbang pasti ada. Melihat dahan dan pohonnya besar yang sepertinya mulai lapuk,” sebut beberapa pengunjung Wisata Mata Air Cipaingeun.
Salah seorang warga sekitar lokasi wisata, Neneng Tarmini, 64, menyebutkan, selain diharapkan pengelolaan destinasi yang proporsional, juga mencakup aspek keselamatan para pengunjung. “Liat ada dua pohon trembesi berukuran besar berusia ratusan tahun. Sebagian dahannya sudah lapuk dimakan usia, rawan tumbang. Kami berharap ada tebang pengamanan dari pihak terkait,” harapnya.
Neneng yang juga memiliki warung di lokasi wisata setempat mengaku cemas saat terjadi hujan deras dan angin kencang. “Saat hujan deras dan angin kencang, malamnya kami pindah ke ruangan atas yang lebih aman untuk jaga-jaga,” ucapnya.
Area wisata dimaksud seluas sekitar 600 meter persegi di lahan tanah milik aset desa setempat. Kepala Desa (Kades) Paseh Kaler, Ujang Suharya mengakui laporan keluhan tersebut sudah pernah disampaikan warganya terkait pohon trembesi besar yang sudah lapuk dan rawan tumbang. Keluhan dimaksud diterimanya secara lisan, tidak berbentuk tulisan surat resmi.
“Ya, kami kembalikan lagi ke Dusun Parumasan agar berunding bersama warga sekitar. Memang itu aset desa, tetapi milik umum. Bisa melalui musyawarah dengan anggaran swadaya,” ujar Kades seraya menambahkan, juga akan menindaklanjuti laporan warganya untuk ditindaklanjuti Pemdes Paseh Kaler ke dinas instansi terkait. (tri)






