Camat Tanjungkerta Beri Tantangan Mahasiswa KKN UNSAP, Satu Desa Satu Inovasi

oleh
Sejumlah mahasiswa KKN UNSAP saat dilepas oleh Forkopimcam Tanjungkerta di halaman Kantor Kecamatan, Selasa (13/1/2026). Sebanyak 224 orang mahasiswa KKN akan melakukan pengabdian di 12 desa sampai tanggal 14 Februari 2026.

RADARSUMEDANG.id, Tanjungkerta – Pemerintah Kecamatan Tanjungkerta memberikan tantangan khusus kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas April (UNSAP) Sumedang pada awal 2026. Para mahasiswa diminta menghadirkan minimal satu inovasi di setiap desa selama pelaksanaan KKN di wilayah Kecamatan Tanjungkerta.

Camat Tanjungkerta, Indra Wahyudinata, mengatakan pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa KKN untuk berkonsultasi dan bersinergi dengan pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa.

“Kantor kecamatan terbuka untuk teman-teman mahasiswa. Silakan berdiskusi bagaimana membangun sinergi antara mahasiswa, desa, dan kecamatan,” kata Indra saat menerima mahasiswa KKN dari berbagai fakultas di GOR Desa Sukamantri, Selasa (13/1/2026).

Salah satu fokus yang diharapkan, lanjut Indra, adalah pengelolaan Bank Sampah. Mahasiswa diminta membantu masyarakat mengelola sampah agar memiliki nilai ekonomis melalui penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).

“Bagaimana sampah yang bisa didaur ulang itu bernilai ekonomi. Selain mengurangi sampah rumah tangga, masyarakat juga belajar memilah sampah,” ujarnya.

Indra menegaskan, pihaknya tidak ingin mahasiswa KKN hanya menyerahkan laporan akademik kepada dosen pembimbing. Ia berharap ada produk atau inovasi nyata yang bisa menjadi potensi unggulan desa maupun kecamatan.

“Saya tidak ingin KKN hanya formalitas. Potensi desa, baik UMKM, pertanian, maupun sektor lainnya harus dioptimalkan. Minimal satu produk inovasi saja di tiap desa,” tegasnya.

Untuk memastikan program berjalan, Indra menyebutkan setiap pekan para koordinator posko KKN akan melakukan briefing langsung di kantor kecamatan.

“Kita ingin ada inovasi di tiap desa. Kalau ada kekurangan, itu jadi bahan problem solving. Silakan sampaikan konsep dan gagasan, akan kami tampung,” katanya.

Sebagai alumni UNSAP, Indra juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar percaya diri dan mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain.

“Saya ini lulusan UNSAP, bahkan pernah menjadi PNS terbaik bersama istri saya. Lulusan UNSAP harus yakin bisa bersaing dengan kampus besar,” ungkap Indra yang meraih gelar sarjana dan magister di UNSAP.

Ia menambahkan, mahasiswa KKN juga akan mendapatkan kesempatan magang di desa atau kecamatan sebagai nilai tambah pengalaman kerja.

“Ilmu yang didapat bisa langsung dipraktikkan. Saat terjun ke dunia kerja nanti tidak kaku, lebih percaya diri, dan siap bersaing,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik UNSAP, Prof Dr H Akadun, M.Pd., menjelaskan tema besar KKN UNSAP tahun ini selaras dengan program Pemerintah Daerah, yakni zero waste dan pengembangan desa cerdas (smart village).

Sebanyak 224 mahasiswa KKN akan disebar di 12 desa di Kecamatan Tanjungkerta dengan melibatkan enam fakultas, yakni FISIP, FEB, FTI, FKIP, FIKES, dan fakultas lainnya.

“FTI akan membantu digitalisasi, FEB mendorong pengembangan UMKM, FISIP mendukung smart government, sementara FIKES berperan di bidang kesehatan masyarakat,” jelas Prof Akadun.

Ia berharap sinergi lintas fakultas tersebut mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa di Kecamatan Tanjungkerta. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.