RADARSUMEDANG.id — Puluhan kuda pacu unggulan dari berbagai stable di sejumlah daerah di Pulau Jawa tampak berkumpul di Arena Pacuan Kuda Cibogo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Sabtu (17/1/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sumedang, kehadiran kuda-kuda pacu tersebut merupakan bagian dari persiapan menjelang salah satu ajang balap kuda paling bergengsi di tanah air, Jateng Derby 2026, yang dijadwalkan akan digelar pada 15 Februari mendatang.
Sejak dini hari, aktivitas latihan sudah terlihat di lintasan pacu. Para joki dan pemilik kuda tampak serius memaksimalkan waktu latihan demi menjaga performa dan ketangkasan kuda pacu andalan masing-masing stable.
Salah satu pemilik kuda asal Tanjungsari, Dian, mengatakan bahwa arena Pacuan Kuda Cibogo kerap digunakan sebagai lokasi latihan rutin bagi kuda-kuda pacu miliknya.
“Sebetulnya kegiatan latihan ini dilakukan secara rutin dalam seminggu, kecuali hari Minggu. Latihan ini bertujuan untuk melatih ketangkasan dan sensor alami kuda, agar nantinya mampu berlari optimal saat bertanding,” kata Dian kepada awak media.
Latihan dimulai sejak pukul 05.30 WIB atau selepas pelaksanaan salat Subuh. Menurut Dian, waktu pagi dipilih karena kondisi udara yang masih sejuk dinilai sangat ideal untuk menjaga stamina dan kesehatan kuda.
“Sejak subuh kuda sudah mulai beraktivitas. Mulai dari berjalan di lintasan pacu, kemudian lari santai atau galop, hingga lari cepat atau sprint,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dian menyebutkan salah satu kuda pacu andalannya, Bhayangkara, akan menjadi kuda perdana dari stable miliknya yang turun dalam event balap resmi tahun ini.
Latihan intensif dilakukan di Arena Pacuan Kuda Cibogo ini sekaligus menunjukkan kesiapan Sumedang sebagai salah satu daerah yang terus berkontribusi dalam pembinaan olahraga pacuan kuda di tingkat nasional.
“Saya berharap, mudah-mudahan Bhayangkara bisa menjadi percontohan awal sebuah kesuksesan di tahun 2026 ini,” katanya penuh optimisme. (jim)





