RADARSUMEDANG.id, KOTA – Calon pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kabupaten Sumedang menggelar rapat perdana sekaligus silaturahmi pada Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat DPD PGM Indonesia Kabupaten Sumedang yang berada di Jalan Kutamaya Islamic Centre.
Rapat perdana ini menjadi ajang perkenalan seluruh calon pengurus serta pembagian tugas kepengurusan menjelang pelantikan pengurus periode 2025–2030. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum DPD PGM Indonesia Kabupaten Sumedang, H. Budi Arista Hidayat, MSi, serta Plt Sekretaris Umum DPD PGM Indonesia Kabupaten Sumedang, H. Budiman, SPd, MM.
Plt Sekretaris Umum DPD PGM Indonesia Kabupaten Sumedang, H. Budiman, menjelaskan bahwa agenda utama rapat difokuskan pada pengenalan antarcalon pengurus, pengumuman posisi dan tugas masing-masing pengurus, serta penyerapan saran dan masukan untuk bahan penyusunan program kerja.
“Masukan dari seluruh pengurus akan menjadi bahan program kerja yang akan segera diresmikan dalam rapat kerja setelah pelantikan nanti,” ujar Goes Boed, sapaannya.
Goes Boed menegaskan, setiap bidang diharapkan memiliki satu hingga dua program prioritas unggulan selama satu periode kepengurusan. Di bidang organisasi, program prioritas antara lain menuntaskan pembuatan kartu anggota, pendataan anggota PGM, serta penataan kewajiban keanggotaan.
Selain itu, PGM Indonesia Kabupaten Sumedang juga berencana menyelenggarakan pemilihan guru berprestasi, berdedikasi, dan inspiratif sebagai bentuk apresiasi terhadap guru madrasah.
Untuk memperkuat sistem kontrol organisasi, lanjut Goes Boed, para wakil ketua akan bertugas sebagai koordinator wilayah. Setiap wakil ketua akan membawahi tiga kecamatan guna memudahkan kerja-kerja organisasi di lapangan.

“Ini menjadi titik awal untuk merealisasikan kembali program-program PGM yang sempat tertunda. PGM harus benar-benar terasa manfaatnya bagi guru-guru madrasah. Mari bergandengan tangan menjadi pengurus yang hebat dan bermanfaat bagi dunia pendidikan madrasah,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun iklim organisasi yang menyenangkan agar kinerja pengurus berjalan nyaman dan mampu melahirkan kegiatan-kegiatan yang menggairahkan.
Sementara itu, Ketua DPD PGM Indonesia Kabupaten Sumedang, H. Budi Arista Hidayat, MSi, mengatakan rapat ini dilatarbelakangi kebutuhan konsolidasi menjelang pelantikan pengurus yang sempat mengalami penjadwalan ulang.
“Tujuan utama pertemuan ini agar para calon pengurus dari jenjang RA, MI, MTs, hingga MA dapat saling mengenal secara langsung dalam struktur kepengurusan periode 2025–2030,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD PGM Indonesia Kabupaten Sumedang juga memaparkan sejumlah program prioritas kepengurusan, di antaranya penguatan tata kelola organisasi, konsolidasi internal dan eksternal, serta advokasi kebijakan guru madrasah di tingkat kabupaten.
Selain itu, PGM Indonesia Kabupaten Sumedang menargetkan penyelesaian pembangunan gedung PGM yang berlokasi di lingkungan Islamic Centre Sumedang, sesuai dengan rencana awal pembangunan yakni gedung dengan satu lantai.
Adapun kegiatan utama yang akan dijalankan meliputi sosialisasi kepada guru dan kepala madrasah di setiap kecamatan, rapat koordinasi rutin pengurus dan ketua bidang, audiensi dengan Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan DPRD, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan program di tiap bidang.
Selain pembagian tugas kepengurusan, rapat perdana calon pengurus DPD PGM Indonesia Kabupaten Sumedang juga mengulas secara singkat arah program prioritas yang akan dijalankan pada periode 2025–2030. Secara umum, fokus utama kepengurusan diarahkan pada penguatan tata kelola organisasi, konsolidasi internal dan eksternal, serta advokasi kebijakan guru madrasah di tingkat kabupaten. Program tersebut akan ditopang melalui sosialisasi ke seluruh guru dan kepala madrasah di tiap kecamatan, rapat koordinasi rutin pengurus, serta audiensi dengan Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan DPRD.
Di bidang kesekretariatan dan keuangan, PGM Indonesia Kabupaten Sumedang menargetkan terwujudnya digitalisasi administrasi, tertib arsip dan dokumentasi, serta transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan organisasi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan anggota sekaligus mendorong kemandirian organisasi melalui penguatan sumber dana yang legal dan sah.
Sementara itu, penguatan keanggotaan dan peningkatan kualitas guru madrasah menjadi perhatian utama melalui pendataan dan verifikasi anggota, sistem kaderisasi berjenjang, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Program pelatihan, pendampingan karier, hingga pemilihan guru dan kepala madrasah berprestasi, inspiratif, dan berdedikasi diproyeksikan menjadi program unggulan yang berdampak langsung bagi guru madrasah di Kabupaten Sumedang.(rik)





