Sering Mengajukan Bantuan, Namun Tak Ada Realisasi Hingga Sanggar Bahenol Rubuh Lantaran Lapuk Dimakan Usia

oleh
oleh

RADARSUMEDANG.ID – Nasib bangunan Sanggar Bahenol di wilayah RT 02/RW 04, Dusun Naluk, Desa Naluk, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang kian memprihatinkan. Bangunan bambu berukuran sekitar 6 x 5 meter persegi itu kini sudah rubuh lantaran lapuk dimakan usia.

 

Bangunan sanggar tersebut sudah berdiri sekitar delapan tahun. Hanya saja lantaran kurang dana untuk perawatan, sehingga kondisinya kini tidak lagi berfungsi seperti biasa.

 

Ketua Sanggar Bahenol, Ono Juarna menjelaskan, selama ini sanggar yang dipimpinnya itu tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah. “Sudah sering mengajukan proposal supaya dapat bantuan dari pemerintah, namun hasilnya tetap tidak ada,” pungkas Oneng, panggilan akrab Ono Juarna kepada Radar Sumedang pada Jumat, 30 Januari 2026.

 

Kendati demikian, Ono yang didampingi pengasuh Sanggar Bahenol, Kokoy Rokayah tidak memungkiri pernah menerima uang kadeudeuh dari kepala desa setempat, ketika tampil atau mengikuti pasanggiri.

 

“Kalau dikasih Rp300 ribu, Rp500 ribu itu pernah kami terima dari pak Kuwu saat tampil. Tapi kalau peralatan kesenian dan untuk pemeliharaan bangunan sanggar kami tidak pernah menerima dari pemerintah. Sudah sering mengajukan bantuan, tapi tak ada hasilnya, sampai kami bosan,” pungkas Bunda Lisfhi panggilan akrab Kokoy Rokayah.

 

Selama ini, sanggar tersebut sering digunakan kegiatan kesenian menggunakan dana pribadi. Sejak bangunannya sudah rubuh lantaran lapuk dimakan usia, berbagai kegiatan di sanggar itu juga tidak berjalan maksimal.

 

“Paling juga sekarang kalau latihan di halaman rumah dulu, karena sanggar sudah rubuh. Kalau nanti ada dana, kami ingin sanggar ini dibangun kembali,” ungkap mereka.

 

Dia menambahkan, sangat membutuhkan peralatan kesenian lainnya sebagai inventaris sanggar dimaksud. Selama ini untuk pengadaan peralatan kesenian disana berasal dari dana pribadi. (tri)

No More Posts Available.

No more pages to load.