RADARSUMEDANG.id — Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa Kabupaten Sumedang resmi terpilih sebagai salah satu dari sekitar 40 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi piloting (percontohan) nasional digitalisasi data bantuan sosial (bansos).
Langkah ini semakin menguatkan da menegaskan peran Sumedang sebagai daerah pelopor transformasi digital.
Menurutnya, program piloting ini merupakan inisiatif Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama kementerian dan lembaga terkait dalam rangka memperbaiki sistem perlindungan sosial agar lebih tepat sasaran.
“Sumedang menjadi salah satu kabupaten yang dipercaya untuk piloting digitalisasi data perlindungan sosial atau bansos. Kepercayaan ini akan kami percepat eksekusinya agar penyaluran bansos benar-benar tepat sasaran,” kata Bupati Dony.
Dikatakan, melalui digitalisasi data, pemerintah akan melakukan pemutakhiran dan validasi penerima bantuan secara menyeluruh.
Warga yang sebelumnya belum terdata akan dimasukkan ke dalam sistem. Sementara penerima yang dinilai tidak lagi memenuhi kriteria akan dikeluarkan dari basis data.
“Yang sebelumnya tidak ter-cover akan kita cover, dan yang sudah ter-cover tetapi tidak tepat sasaran akan kita keluarkan dari datanya. Ini bagian dari ikhtiar pemerintah agar bansos diberikan kepada yang benar-benar berhak, sesuai kriteria,” ujarnya.
Lebih lanjut, program piloting ini melibatkan lintas kementerian dan lembaga, di antaranya Kemendagri, Kementerian Sosial, Kementerian PAN-RB, Bappenas, serta instansi terkait lainnya. Digitalisasi dilakukan untuk memastikan data penerima bansos lebih akurat, transparan, dan mudah dipantau.
Dengan demikian, Sumedang diharapkan dapat menjadi model bagi kabupaten/kota lain dalam upaya reformasi tata kelola bantuan sosial, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat rentan melalui kebijakan yang adil dan berbasis data.
“Jadi ini tidak lepas dari keberhasilan pemerintah daerah dalam mengintegrasikan data kemiskinan melalui platform digital. Kami siap mendukung penyaluran bansos secara efektif. Sistem tersebut memungkinkan proses verifikasi dan pengawasan dilakukan secara real time,” katanya. (jim)







