Mini Job Fair Digelar Tiap Triwulan, Upaya Tekan Pengangguran

oleh
Sejumlah pencari kerja usia produktif saat melakukan sesi interview langsung ditempat oleh petugas dari Kemenaker pada Mini Job Fair di Kantor Disnakertrans Sumedang, Kamis (12/2/2026).

RADARSUMEDANG.id, KOTA — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang kembali menggelar Mini Job Fair sebagai upaya menekan angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Disnakertrans, Kelurahan Pasanggrahan Baru, Sumedang Selatan, Kamis (11/2/2026), diikuti ratusan pencari kerja.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumedang, Taufik Hidayat Slamet, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rutin dinas dalam menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan dunia industri.

“Ini merupakan salah satu kegiatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang dalam rangka merekrut warga Sumedang yang ingin bekerja. Mudah-mudahan ke depan angka pengangguran bisa kembali menurun seperti tahun sebelumnya,” ujar Taufik saat dikonfirmasi di Kantor Disnakertrans Sumedang.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pencari kerja yang hadir, mulai dari proses pendaftaran, pembuatan kartu kuning (AK-1), hingga mengikuti wawancara langsung dengan pihak perusahaan sebagai bagian dari tahapan seleksi.

Sebanyak sembilan perusahaan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, yakni PT MUM, PKSS, Beryl, Cordon, SPX, Pikaro, Adira Finance, dan PT Swapro. Total sekitar 500 pencari kerja terdaftar, dengan target rekrutmen sebanyak 112 orang.

Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah sesuai kebutuhan dan hasil seleksi masing-masing perusahaan.

Adapun mini job fair ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan job fair skala besar yang rutin digelar setiap tahun, seperti yang sebelumnya dilaksanakan di IPP maupun Polres Sumedang pada 2025 lalu.

Ia berharap mini job fair dapat terus menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses lapangan kerja yang lebih luas.

“Tahun ini kami melaksanakan mini job fair setiap tiga bulan sekali. Kegiatan ini berkelanjutan, minimal tiap triwulan. Harapannya, secara bertahap dapat menurunkan angka pengangguran secara signifikan dan memberikan kesempatan bagi putra-putri Sumedang untuk bekerja di berbagai perusahaan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, salah seorang pencari kerja asal Desa Jingkang, Kecamatan Tanjungmedar, Kamil Faisal (24), mengaku baru pertama kali mengikuti job fair.

Ia sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan jasa kontraktor di Kota Tangerang, namun memilih mengundurkan diri setelah berkeluarga.

“Ini pengalaman pertama saya ikut job fair. Waktu yang di IPP dan Polres saya masih kerja di Tangerang. Sekarang karena pertimbangan jarak, saya cari lowongan di Sumedang. Memang risikonya susah, tapi bagaimana lagi, kebutuhan keluarga harus dipenuhi,” ungkap Kamil.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Kamil kini bekerja secara lepas (freelance) sesuai keterampilannya di bidang administrasi. Ia mengaku pernah mendapat peluang kerja, namun harus bersaing ketat dengan pelamar lain.

“Sekarang cari kerja susah-susah gampang. Yang gampang itu kalau punya orang dalam. Saya pernah lihat ada warga lokal yang punya relasi dengan orang dalam perusahaan. Jadi selain punya skill, memang harus bangun relasi juga supaya tidak kalah bersaing,” tuturnya lirih. (jim)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.