PGM Indonesia Siap Kawal Data 630 Ribu Guru Madrasah Swasta Calon PPPK Kemenag

oleh
Jajaran pimpinan PD PGM Indonesia Sumedang foto bersama pengurus cabang Sumedang Utara, Sumedang Selatan dan Rancakalong di Aula Gedung IGRA Sumedang, Jumat (13/2/2026) (Erik A Kurnia/Radar Sumedang)

RADARSUMEDANG.id, KOTA — Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGM) Indonesia Kabupaten Sumedang menyatakan siap mengawal data guru madrasah swasta, termasuk guru RA di bawah naungan Kemenag Kabupaten Sumedang, yang aktif dan diusulkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Komitmen tersebut disampaikan Ketua PD PGM Indonesia Sumedang H. Budi Arista Hidayat, S.Pd.I., M.Si saat menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Sosialisasi Program Kerja PGM Indonesia Sumedang bersama jajaran pengurus cabang Kecamatan Sumedang Utara, Sumedang Selatan, dan Rancakalong di Aula IGRA Sumedang, Jalan Gunung Puyung, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Jumat (13/2/2026).

Budi menegaskan, pihaknya akan memastikan data guru yang diusulkan valid dan sesuai dengan data Simpatika Kementerian Agama.

“Insya Allah PGM ikut mengawal data sebagai pembanding dengan data Simpatika yang ada di Kemenag. Jangan sampai nanti ada data siluman. Ini harapan kita bersama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas sejumlah perkembangan positif yang diperjuangkan PGM Indonesia, termasuk kesepakatan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) setiap awal bulan. Kesepakatan tersebut merupakan hasil aksi PGM Indonesia ke DPR RI pada 11 Februari 2026 lalu.

Selain itu, DPR RI dan Kementerian Agama telah menyepakati pengusulan 630 ribu guru madrasah swasta, termasuk guru RA, untuk diangkat menjadi PPPK secara nasional.

“Alhamdulillah, apa yang menjadi harapan guru madrasah mulai menemukan titik terang. Ini menjadi momentum penting bagi perjuangan guru madrasah di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, dalam sesi sosialisasi program kerja, Sekretaris PD PGM Indonesia Sumedang H. Budiman, S.Pd., M.M. memaparkan sejumlah program prioritas organisasi periode 2025–2030.

Empat komitmen utama yang dicanangkan, yakni meningkatkan soliditas dan kekompakan pengurus dan anggota agar PGM menjadi rumah bersama bagi seluruh guru madrasah; mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru; memperkuat sinergitas dengan pemerintah dan pemangku kebijakan; serta menjadikan PGM sebagai organisasi yang aktif dan responsif dalam memperjuangkan nasib dan kesejahteraan guru madrasah.

Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab. Sejumlah peserta mengapresiasi program kerja yang telah dicanangkan saat pelantikan pengurus PGM Indonesia Sumedang awal Februari 2026 di Gedung Sarana Penunjang Pendidikan Kemenag Sumedang.

Mayoritas peserta berharap PGM benar-benar menjadi rumah besar bagi guru madrasah, sehingga mereka tidak lagi merasa terpinggirkan karena tidak memiliki organisasi profesi yang jelas. Dengan adanya PGM, guru madrasah diharapkan memiliki wadah untuk memperjuangkan aspirasi, baik terkait kesejahteraan maupun pengembangan profesionalisme.

Pada akhir acara, digelar musyawarah cabang tiga PC, yakni Sumedang Utara, Sumedang Selatan, dan Rancakalong, yang dipimpin Ketua Bidang OKK PGM Indonesia Sumedang H. Nurony Octora, S.Kom. Musyawarah menghasilkan susunan pengurus inti masing-masing PC yang terdiri atas Ketua, Sekretaris, dan Bendahara. Pengurus inti tersebut selanjutnya diminta segera menyusun kepengurusan lengkap.

Kegiatan silaturahmi dan sosialisasi program kerja selanjutnya akan digelar di wilayah barat meliputi Pamulihan, Tanjungsari, Sukasari, Cimanggung, dan Jatinangor pada Sabtu 14 Februari 2026. Acara akan dilaksanakan di MTsN 6 Sumedang, Desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, mulai pukul 08.00 WIB hingga menjelang tengah hari, dan dihadiri para kepala RA, MI, MTs, dan MA.

Sementara kegiatan yang sama juga telah digelar di wilayah Buahdua, Conggeang, Ujungjaya , dan Tomo pada 12 Februari 2026 yang digelar di MTs 5 Ujungjaya.(rik)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.