RADARSUMEDANG.id – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, ada satu hal penting yang perlu benar-benar dicatat orang tua: jadwal libur awal puasa 2026.
Pemerintah telah menetapkan siswa SD, SMP, dan SMA libur pada 18 hingga 20 Februari 2026.
Keputusan ini diambil melalui Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang membahas kalender pendidikan awal tahun.
Libur tersebut berdekatan dengan tanggal merah nasional Tahun Baru Imlek pada 16 dan 17 Februari 2026, sehingga anak-anak menikmati jeda cukup panjang sebelum kembali masuk sekolah pada 23 Februari 2026.
Bagi orang tua, informasi ini bukan sekadar soal tanggal. Ini soal bagaimana memanfaatkan momen awal Ramadan agar lebih bermakna bagi anak.
Libur Bukan Sekadar Istirahat
Libur awal puasa sering kali dianggap hanya sebagai waktu tanpa sekolah. Padahal, justru di sinilah peran orang tua menjadi sangat penting.
Awal Ramadan adalah fase adaptasi. Anak belajar menyesuaikan pola tidur, pola makan, hingga ritme aktivitas harian.
Orang tua bisa membantu membangun suasana yang mendukung, seperti mengatur jadwal sahur bersama, mengajak salat berjamaah, atau berdiskusi ringan tentang makna puasa.
Momentum ini juga bisa dipakai untuk memperkenalkan nilai disiplin, empati, dan kepedulian sosial.
Anak perlu memahami bahwa puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga membentuk karakter.
Waktu Berkualitas Bersama Keluarga
Dengan rangkaian libur yang cukup panjang karena berdekatan dengan Imlek dan cuti bersama, orang tua memiliki ruang lebih luas untuk menciptakan waktu berkualitas bersama anak.
Kegiatan sederhana seperti pengajian keluarga, membaca kisah teladan, atau menyiapkan menu berbuka bersama dapat menjadi pengalaman yang membekas.
Bahkan aktivitas sosial seperti berbagi makanan atau ikut kegiatan lingkungan bisa menjadi pelajaran nyata tentang solidaritas.
Di sisi lain, orang tua juga perlu menjaga keseimbangan. Libur panjang kadang membuat anak terlena dan sulit kembali fokus saat sekolah dimulai lagi.
Karena itu, tetap penting mengajak anak membaca buku, mengerjakan tugas ringan, atau mengikuti kegiatan edukatif di rumah.
Jaga Kesehatan dan Keamanan Anak
Hal lain yang tak kalah penting adalah aspek kesehatan. Perubahan pola makan dan tidur saat awal puasa bisa memengaruhi kondisi fisik anak.
Orang tua perlu memastikan asupan gizi saat sahur dan berbuka tetap seimbang.
Jika anak mengikuti kegiatan di luar rumah selama libur, pengawasan tetap diperlukan. Rekreasi keluarga atau kunjungan ke tempat ibadah akan lebih bermakna bila direncanakan dengan baik dan aman.
Libur awal puasa 18–20 Februari 2026 bukan sekadar jeda dari sekolah.
Bagi orang tua, ini adalah peluang emas membangun fondasi spiritual dan karakter anak sejak awal Ramadan.
Tiga hari mungkin terasa singkat, tapi jika dimanfaatkan dengan penuh kesadaran, dampaknya bisa jauh lebih panjang dari sekadar tanggal di kalender.(net)






