RADARSUMEDANG.id, KOTA – Polres Sumedang menggelar masak besar kolak ubi Cilembu bersama kreator kuliner nasional Bobon Santoso di halaman Mapolres Sumedang, Sabtu (14/2). Kegiatan tersebut menghasilkan tiga rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Tiga capaian yang dicatatkan yakni penanaman 18.000 ubi Cilembu dalam polybag, pembuatan 4.050 cup kolak ubi Cilembu, serta pembagian 4.000 paket media tanam ubi Cilembu kepada masyarakat. Penghargaan MURI diserahkan langsung oleh Senior Manager MURI, Triyono.
Ratusan warga memadati halaman Mapolres untuk menyaksikan proses memasak sekaligus penyerahan piagam rekor. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian penanaman ubi Cilembu yang sebelumnya telah dilakukan jajaran Polres Sumedang bersama masyarakat.
Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat. Ia menegaskan, kegiatan ini tidak semata-mata mengejar rekor.
“Kegiatan ini bukan hanya soal memecahkan rekor, tetapi tentang kebersamaan dan upaya melestarikan produk asli Sumedang. Rekor yang kami terima bahkan tercatat sebagai rekor dunia versi MURI,” kata Sandityo.
Ia menjelaskan, sebanyak 18.000 ubi Cilembu sebelumnya telah ditanam dalam polybag, kemudian dipanen dan diolah dalam masak besar bersama Bobon Santoso. Dari hasil tersebut, sekitar 4.000 cup kolak dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
“Kami juga membagikan kurang lebih 4.000 media tanam dalam polybag kepada warga. Harapannya masyarakat bisa ikut membudidayakan ubi Cilembu di lingkungan masing-masing,” katanya.
Kapolres menambahkan, langkah tersebut diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk ikut menjaga dan mengembangkan komoditas khas daerah.
“Ubi Cilembu adalah aset kebanggaan Sumedang dan Indonesia. Kalau kita tidak mulai dari sekarang untuk menanam dan mempopulerkannya, siapa lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Bobon Santoso menilai ubi Cilembu memiliki karakteristik berbeda dibanding ubi pada umumnya. Menurut dia, kandungan gula alami pada ubi tersebut menjadi keunggulan utama dalam olahan kolak.
“Rasa manisnya unik, seperti madu, dan itu muncul secara alami dari getahnya. Jadi tanpa banyak tambahan gula pun rasanya sudah legit dan creamy. Itu yang membuat kolak ubi Cilembu berbeda,” kata Bobon.
Ia mengaku proses memasak berlangsung sekitar dua jam setelah persiapan dilakukan sejak sehari sebelumnya. Bobon juga menyebut kolaborasi dengan jajaran kepolisian dalam pemecahan rekor MURI bukan yang pertama kali.
“Ini bukan rekor pertama yang kami buat bersama kepolisian. Sebelumnya juga pernah di beberapa Polres. Senang bisa kembali berkolaborasi, apalagi kali ini membawa nama Sumedang lewat produk lokalnya,” ujarnya. (gun)





