Ini Seruan Bupati Sumedang Jelang Bulan Ramadan 1447 H

oleh
For Radar Sumedang Petugas dari Kasi Pelayanan Publik juga tim gabungan saat melaksanakan Dalang Yamin berupa perekaman e-KTP bagi lansia di Desa Citaleus.

RADARSUMEDANG.id — Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghimbau kepada segenap warga Sumedang menyambut bulan suci Ramadan dengan kesiapan mental dan kesederhanaan.

Disadarinya, tantangan ekonomi yang dirasakan masyarakat menjelang Ramadan akan semakin tinggi.

“Persiapan Ramadan ini, untuk menata hati, meluruskan niat, persiapkan diri sebaik-baiknya, dan kondisi ekonomi yang ada bisa lebih sederhana lagi dalam menjalankannya,” kata Bupati Dony kepada sejumlah awak media, Senin (16/2/2026) kemarin di Gedung Negara.

Adapun kaitannya dengan potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan, Pemda Sumedang menjamin pengawasan dilakukan setiap hari. Terlebih Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) aktif turun langsung ke pasar untuk memantau pergerakan harga.

“Soal lonjakan harga jelang Ramadan kami tiap hari sudah ada aplikasinya, tim pengendali inflasi terjun langsung ke pasar-pasar. Masyarakat juga dapat mengakses secara online di layanan Sindang (sistem informasi perdagangan) melalui smartphone,” ujarnya.

Lebih lanjut, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah.

Langkah pertama yang harus dilakukan masyarakat adalah menjaga keselamatan diri dan memperhatikan informasi resmi dari pemerintah.

Yang mana Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) selalu merilis prakiraan cuaca dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) secara harian hingga ke tingkat desa.

Informasi tersebut diharapkan dapat diteruskan secara berjenjang melalui camat dan kepala desa, termasuk disebarluaskan ke grup-grup warga di tingkat RW dan RT.

“Bisa dilihat imbauan dari BMKG, imbauan dari BPBD Sumedang, tiap hari kami merilis prakiraan cuaca sampai ke tingkat desa. Dalam berbagai kesempatan kalau saya kunjungan ke desa-desa, saya minta supaya disebar lewat camat, kades masuk ke grup RW/RT,” terang Dony.

Selain itu, pemerintah juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk tidak memaksakan diri bertahan di rumah saat hujan deras mengguyur.

Ia berharap kombinasi kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan pengendalian ekonomi daerah dapat menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat, sehingga warga dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan khusyuk.

“Ditambah imbauan kalau hujan lebat yang di daerah potensi longsor, lebih baik mengungsi dulu. Keselamatan jiwa lebih penting bagi kami,” tuturnya. (jim)

For Radar Sumedang
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat meninjau langsung korban bencana alam di Jatinangor beberapa waktu lalu.
[17/2, 16.09] panjipede: Targetkan Pelayanan Adminduk bagi Lansia ODGJ dan Disabilitas melalui Dalang Yamin

Pemerintah Kecamatan Buahdua terus melakukan terobosan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk).

Dalam rangka meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) di Kecamatan Buahdua, Pemerintah Kecamatan Buahdua memulai terobosan baru melalui Dalang Yamin atau Data Langsung Pelayanan Adminduk.

Camat Buahdua, Kiki Hakiki mengatakan, Dalang Yamin merupakan layanan jemput bola yang menyasar penyandang disabilitas maupun lansia.

Yang mana kata Kiki, petugas kecamatan datang langsung ke kediaman disabilitas dan lansia dengan membawa peralatan yang dibutuhkan seperti kamera, latar biru, maupun laptop untuk input data secara cepat.

“Program ini kami lakukan untuk mengakselerasi Indikator Kinerja Utama (IKU) camat, salah satunya peningkatan pelayanan administratif, kenyamanan, dan kepuasan masyarakat. Alhamdulilah Minggu kemarin sudah dilakukan oleh petugas di salah satu kediaman lansia,” kata Kiki saat dihubungi Radar Sumedang via sambungan telepon, Senin (16/2/2026).

Adapun pelayanan ini untuk meningkatkan capaian adminduk, kenyamanan dan kepuasan masyarakat.

“Jadi kami terus melakukan terobosan pelayanan adminduk melalui inovasi Dalang Yamin. Terutama kepada penyandang disabilitas, lansia dan ODGJ,” terang Kiki.

Kiki menjelaskan, melalui program tersebut petugas kecamatan mendatangi langsung warga yang memiliki keterbatasan untuk melakukan perekaman dan pengurusan dokumen kependudukan. “Tercatat ada 15 orang yang sudah kami lakukan jemput bola,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya menargetkan pada triwulan kedua tahun ini seluruh penyandang disabilitas di wilayah Kecamatan Buahdua sudah memiliki dokumen administrasi kependudukan yang lengkap.

“Kita menargetkan pada triwulan kedua tahun ini dipastikan seluruh penyandang disabilitas di Kecamatan Buahdua sudah memiliki adminduk. Tentunya kami berharap inovasi ini dapat memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, mendapatkan hak pelayanan administrasi kependudukan secara optimal,” katanya. (jim)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.