RADARSUMEDANG.id , PAMULIHAN – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah melalui tradisi munggahan, masyarakat Dusun Cikubang RW 05, Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, menggelar tradisi Gembrong Liwet di lingkungan warga, Minggu (15/02) lalu. Kegiatan tahunan tersebut berlangsung sederhana namun penuh makna kebersamaan.
Sekitar 150 warga mengikuti makan bersama nasi liwet yang dimasak dalam tujuh kastrol besar. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan kali ini hanya diikuti warga setempat tanpa peserta dari luar daerah dan tanpa doorprize.
Ketua pelaksana Gembrong Liwet, Wawan Setiawan, mengatakan tradisi tersebut merupakan bentuk ekspresi rasa syukur masyarakat menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
“Gembrong liwet memiliki arti berkumpul, memasak dan memakan nasi liwet secara bersama-sama. Ini tradisi masyarakat Dusun Cikubang untuk menyambut Ramadan. Tahun ini digelar di tingkat RW dan alhamdulillah mendapat respons yang baik dari warga,” ujarnya kepada Radar Sumedang. Rabu (18/02).
Menurut Wawan, ada momen unik gembrong liwet tahun sekarang, dimana sebelum makan bersama digelar kerja bakti pengecoran Madrasah Roudotul Janah sebagai bentuk kepedulian dan gotong royong warga.
“Kami mempersiapkan kegiatan ini hanya dalam waktu dua hari dengan mempersiapkan dapur umum, panggung, lawang gintung, warung sawios, serta penyediaan bahan nasi liwet oleh panitia,” tambahnya.
Ia menambahkan, Gembrong Liwet tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-10. Seharusnya memasuki tahun ke-11, namun pada 2025 kegiatan tidak digelar.
“Pembiayaan kegiatan didukung dana desa dari PAD yang bisa disebut sebagai sponsor tunggal, sementara masyarakat berkontribusi secara swadaya tenaga, alat masak, serta perlengkapan lainnya,” ucapnya.
Kepala Desa Citali, Nana Nuryana, mengapresiasi konsistensi warga dalam menjaga tradisi budaya tersebut. Menurutnya, Gembrong Liwet menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Dalam Gembrong Liwet ini banyak hikmah yang dapat diambil, terutama mengutamakan kebersamaan dan kekompakan. Mulai dari memasak hingga makan dilakukan bersama-sama. Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung sehingga tradisi ini tetap lestari setiap tahunnya,” terangnya. (tha)







