Jelang Ramadan 1447 H, Bupati Dony Minta TPID Sumedang Perketat Pengawasan Harga dan Stok Pangan

oleh
Petugas dari UPT Pasar melaksanakan Survey Kestabilan Harga dan Ketersediaan barang Pokok Penting di Pasar Inpres Sumedang. Terpantau beberapa komoditas mengalami kenaikan namun dalam range normal dan ketersediaan stabil.(For Radar Sumedang )

RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG KOTA – Pemerintah Kabupaten Sumedang kembali menegaskan pentingnya respons cepat dan langkah konkret dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok selama bulan suci Ramadan.

Seperti diketahui, Ramadan identik dengan meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap sejumlah komoditas pangan strategis. Kondisi tersebut kerap memicu kenaikan harga jika tidak diantisipasi sejak awal.

Dalam arahannya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta agar perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok disampaikan secara rutin dan transparan kepada masyarakat.

“Sampaikan secara berkala informasi perkembangan harga dan pasokan secara transparan kepada masyarakat. Laksanakan juga sosialisasi serta optimalisasi pemanfaatan Aplikasi Sindang sebagai sarana pemantauan harga oleh masyarakat,” ujar Dony saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di PPS, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, rakor yang digelar di bulan Ramadan menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman hingga Idulfitri.

Adapun komoditas yang menjadi fokus pengendalian meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam ras, telur ayam, cabai merah, dan bawang merah.

“Berdasarkan laporan perangkat daerah terkait, ketersediaan stok secara umum masih mencukupi. Namun, pengawasan di lapangan terus diperketat melalui inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional maupun ritel modern,” katanya.

Selain itu, Bupati menginstruksikan agar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar dimaksimalkan dengan melibatkan dinas terkait serta Bulog di sejumlah titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk menyediakan beras, daging sapi, daging ayam, telur, dan komoditas lainnya dengan harga wajar, bahkan di bawah harga pasar.

Pada momentum Ramadan ini, Dony juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antarperangkat daerah guna mewujudkan sinkronisasi data atau satu data sebagai dasar pengambilan kebijakan pengendalian inflasi di Kabupaten Sumedang.

“Kami berharap stok bahan pangan tidak diperjualbelikan ke luar daerah agar tidak terjadi lonjakan atau permainan harga sembako di masyarakat Kabupaten Sumedang,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Dony memastikan Pemkab Sumedang akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan harga selama Ramadan hingga Idulfitri. Pengawasan juga diperkuat untuk mencegah penimbunan bahan pokok yang berpotensi memicu kelangkaan dan kenaikan harga tidak terkendali.

“Kami akan memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi selama bulan suci Ramadan hingga Lebaran, sekaligus menjamin kualitas pangan yang aman, sehat, dan higienis bagi masyarakat,” pungkasnya. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.