Perketat Pengawasan Hewan Ternak Jelang Lebaran, Antisipasi Penyebaran PMK

oleh
Ilustrasi. Hewan Ternak (Dok. Radar Bandung)

RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Peningkatan mobilitas sapi dan hewan ternak dari luar daerah dinilai berpotensi menimbulkan risiko penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), sehingga langkah antisipasi dilakukan secara intensif sejak awal Ramadan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bandung, Wilsandi Saefuloh mengatakan pengawasan difokuskan pada setiap pemasukan ternak ke wilayah Kota Bandung. Sistem pemantauan dilakukan melalui jaringan koordinasi langsung antara pemerintah daerah dan para peternak yang telah terdata.

“Seluruh peternak di Kota Bandung telah terhubung dalam sistem pelaporan aktif. Setiap ada ternak baru yang masuk, laporan langsung diterima DKPP sehingga tim dokter hewan dapat segera turun melakukan pemeriksaan kesehatan di lokasi peternakan,” ujar Wilsandi, Minggu (1/3/2026).

Wilsandi menjelaskan respons cepat menjadi strategi utama untuk mencegah potensi penularan PMK. Tim kesehatan hewan tidak hanya memeriksa kondisi fisik ternak, tetapi juga memastikan kelengkapan dokumen kesehatan serta status vaksinasi sebelum hewan ternak berinteraksi dengan ternak lainnya.

Wilsandi mencontohkan beberapa hari sebelumnya pihaknya menerima laporan adanya tambahan sapi dari luar daerah di salah satu peternakan. Begitu informasi diterima, tim DKPP langsung melakukan inspeksi menyeluruh, termasuk pemeriksaan kesehatan, verifikasi dokumen pengiriman, serta pelaksanaan vaksinasi di tempat apabila ternak belum mendapatkan vaksin PMK.

“Inspeksi dinilai efektif menjaga keamanan kesehatan hewan di Kota Bandung. Hingga awal Maret 2026, DKPP memastikan belum ditemukan kasus PMK di wilayah kota, meskipun arus masuk ternak meningkat menjelang Lebaran,” ucapnya.

Wilsandi menilai kondisi tidak lepas dari kecepatan intervensi pemerintah. Setiap ternak yang baru tiba langsung mendapatkan pengawasan ketat, termasuk pemberian multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuh hewan setelah menempuh perjalanan jauh.

“Pemberian multivitamin dilakukan sebagai upaya preventif karena hewan yang mengalami perpindahan wilayah umumnya rentan stres akibat perubahan lingkungan, suhu kandang, hingga pola pakan,” katanya.

Menurutnya, situasi yang berpotensi menurunkan imunitas ternak dan membuka peluang munculnya penyakit menular.

Wilsandi juga meningkatkan frekuensi pemantauan rutin di peternakan rakyat maupun tempat penampungan sementara. Pemeriksaan dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada gejala klinis PMK, lepuh pada mulut dan kaki, penurunan nafsu makan, atau demam pada hewan.

“Selain pengawasan teknis, pemerintah turut mengedepankan pendekatan edukasi kepada peternak. Sosialisasi dilakukan agar pelaku usaha peternakan memahami pentingnya biosekuriti, kebersihan kandang, serta kewajiban pelaporan setiap pergerakan ternak,” jelasnya.

Wilsandi menegaskan sinergi antara pemerintah dan peternak menjadi faktor kunci dalam menjaga Kota Bandung tetap aman dari ancaman penyakit hewan menular. Tanpa pelaporan aktif dari peternak, proses deteksi dini dinilai tidak akan berjalan optimal.

“Peningkatan pengawasan berkaitan dengan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap daging menjelang Idulfitri. Lonjakan permintaan biasanya diikuti meningkatnya distribusi ternak dari berbagai daerah pemasok ke Kota Bandung,” ungkapnya.

Wilsandi berharap seluruh pelaku usaha peternakan tetap disiplin menjalankan prosedur kesehatan hewan, termasuk memastikan ternak yang masuk telah memiliki surat keterangan kesehatan hewan serta riwayat vaksinasi yang jelas.

“Pengawasan berlapis, vaksinasi cepat, dan pemeriksaan kesehatan rutin, Pemkot Bandung menargetkan stabilitas kesehatan hewan tetap terjaga sehingga keamanan pangan masyarakat menjelang Lebaran dapat dipastikan aman dan terkendali,” ujar Wilsandi.

Wilsandi pun menambahkan para peternak untuk tidak ragu melaporkan setiap pemasukan ternak baru kepada DKPP. Upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan wabah ketika penyakit sudah menyebar di lapangan.(dsn)

No More Posts Available.

No more pages to load.