Oleh: H Ridwan Solichin, SIP, MSi
RADARSUMEDANG.id — Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dimuliakan Allah SWT,
Tema kita hari ini adalah “Memaksimalkan Segala Peluang Amal yang Terbuka di Depan Mata.” Tema ini sederhana, tetapi sangat dalam maknanya.
Amal Terbaik Adalah yang Sesuai Momentum
Islam mengajarkan bahwa amal terbaik adalah amal yang sesuai dengan waktunya.
Detik ini, ketika kita duduk di masjid, menghadiri majelis ilmu dan zikir, maka inilah amal terbaik. Kita sedang berada di “taman surga.”
Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika kita melewati taman-taman surga, maka singgahlah dan nikmatilah. Para sahabat bertanya, “Apa itu taman surga?” Rasulullah menjawab, halaqah zikir (HR. Tirmidzi dan Ahmad).
Artinya, duduk di majelis ilmu, zikir, dan kajian adalah amal terbaik pada saat itu.
Sebelum ke masjid, apa amal terbaik?
Menyempurnakan wudu.
Melangkahkan kaki menuju masjid.
Itu semua bernilai pahala.
Kuncinya ada pada:
Tahdidun niyyah wa tajdiduha
- Menentukan niat secara spesifik
- Memperbarui niat terus-menerus
Karena amal itu banyak sekali peluangnya.
Bekerja Juga Amal Terbaik
Setelah keluar dari masjid, kita kembali bekerja. Jangan kira itu hanya aktivitas duniawi.
Rasulullah SAW ditanya: “Profesi apa yang terbaik?”
Beliau menjawab: usaha seseorang dengan tangannya sendiri dan perdagangan yang mabrur.
Artinya:
- Bekerja profesional
- Mencari nafkah halal
- Menggunakan skill terbaik kita
Itu ibadah.
Niatkan 8 jam kerja bukan sekadar mencari gaji, tetapi mencari rida Allah. Maka kantor kita berubah menjadi ladang pahala.
Amal Ringan yang Pahalanya Besar di Bulan Ramadan
Menyegerakan Berbuka
Rasulullah SAW bersabda (muttafaq ‘alaih):
“Hamba yang paling Aku cintai adalah yang paling bersegera berbuka.”
Jangan menunda. Jangan berkata, “Masih kuat.”
Segera berbuka saat azan magrib.
Itu amal terbaik.
Tarawih Sampai Tuntas
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa shalat bersama imam hingga selesai, maka dicatat baginya pahala qiyam satu malam penuh.”
Maka:
- Ikuti tarawih sampai imam selesai
- Termasuk witir
- Jangan keluar sebelum selesai
Kita mungkin tak sanggup shalat semalaman, tetapi Allah beri pahala semalaman penuh.
Umrah Ramadan dan Keutamaannya
Bagi yang Allah beri kemampuan, umrah di bulan Ramadan memiliki keutamaan luar biasa.
Rasulullah SAW bersabda (HR. Bukhari):
“Umrah di bulan Ramadan seperti haji bersamaku.”
Bayangkan… seakan berhaji bersama Rasulullah.
Jika ada kesempatan dan kemampuan, ambil peluang itu. Itu amal terbaik bagi yang mampu.
Berburu Lailatul Qadar
Rasulullah memerintahkan:
“Carilah Lailatul Qadar di malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir Ramadan.”
Maka hidupkan seluruh 10 malam terakhir.
Jangan hanya satu malam.
Kuncinya tetap sama: niat yang spesifik dan diperbarui.
Amal Kecil yang Sering Diremehkan
Islam tidak hanya bicara amal besar.
- Mengambil sampah dari jalan → sedekah
- Menyingkirkan duri dari jalan → sedekah
- Senyum kepada saudara → sedekah
- Diam dari perkataan sia-sia → ibadah
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.”
Diam pun bisa bernilai ibadah.
Khatam Al-Qur’an dan Tadarus
Ramadan adalah bulan Al-Qur’an.
Imam Syafi’i mengkhatamkan Al-Qur’an 60 kali di bulan Ramadan.
Kita mungkin tidak mampu seperti itu. Tetapi:
- 1 kali khatam
- 2 kali khatam
- Semampu kita
Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat di hari kiamat.
Al-Qur’an berkata:
“Ya Rabb, aku mencegah dia dari tidur. Izinkan aku memberi syafaat kepadanya.”
Fastabiqul Khairat – Berlomba dalam Kebaikan
Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 148:
“Fastabiqul khairat.”
Berlombalah dalam kebaikan.
Dan dalam Ali Imran ayat 133:
“Bersegeralah menuju ampunan Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”
Berlomba bukan hanya dalam jabatan, bukan hanya dalam dunia, tetapi dalam amal.
Jangan tunggu disuruh atasan.
Jangan tunggu diawasi CCTV.
Karena Allah selalu mengawasi.
Penutup: Semua Amal Tergantung Niat
Hadis pertama dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi adalah:
“Innamal a’malu binniyat.”
Sesungguhnya amal tergantung niatnya.
Maka:
- Spesifikkan niat
- Perbarui niat
- Maksimalkan peluang
Semua bisa jadi ibadah:
- Duduk
- Bekerja
- Senyum
- Diam
- Bahkan membuang sampah pada tempatnya
Kita bangga sebagai Muslim, karena seluruh aktivitas hidup bisa bernilai ibadah.
Doa Penutup
Ya Allah, berikan kami kekuatan lahir dan batin untuk memaksimalkan peluang amal di depan mata kami.
Ya Allah, jadikan setiap langkah kami bernilai ibadah.
Ya Allah, terimalah amal kami, ampuni dosa kami, dan masukkan kami ke dalam surga-Mu.
Amin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.(*)







