RADARSUMEDANG.id, TEHRAN – Militer Republik Islam Iran kembali membombardir negara-negara Arab di Timur Tengah dengan rudal dan drone, Senin (9/3).
Padahal, dua hari lalu, Presiden Masoud Pezeshkian baru saja meminta maaf dan berjanji tidak akan menyerang negara tetangga.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut serangan hari ini sebagai gelombang ke-30 Operasi Janji Sejati 4 (True Promise 4).
“Bersamaan dengan pemilihan Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, gelombang ke-30 Operasi Janji Sejati 4 dilakukan dengan keberhasilan 100 persen,” kata IRGC, seperti dikutip stasiun televisi pemerintah IRIB.
Pernyataan itu menambahkan bahwa serangan menargetkan pangkalan Amerika Serikat di kawasan serta wilayah pendudukan utara menggunakan rudal Khorramshahr, Fattah, dan Kheibar, serta drone strategis.
Pada hari yang sama, Pusat Komunikasi Nasional Bahrain mengatakan bahwa fasilitas Bahrain Petroleum Company (Bapco) di desa Maameer terbakar setelah serangan Iran.
Lembaga tersebut menambahkan bahwa serangan itu tidak menyebabkan kerusakan material dan tim pemadam kebakaran telah berhasil memadamkan api.
Sementara, Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab melaporkan bahwa Iran meluncurkan belasan rudal balistik dan drone ke wilayah mereka hari ini.
“Pertahanan udara UEA mendeteksi 15 rudal balistik hari ini (9 Maret 2026), di mana 12 rudal balistik dihancurkan, sementara 3 rudal balistik jatuh ke laut. Selain itu, 18 drone terdeteksi, di mana 17 drone dicegat, sementara 1 drone jatuh,” tulis Kemenhan UEA dalam unggahan di X.
Seperti diketahui, Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada negara-negara tetangga di kawasan Teluk, setelah serangan Teheran meluas ke sejumlah wilayah di Timur Tengah.
Permintaan maaf itu disampaikan Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah pada Sabtu (7/3).
“Saya harus meminta maaf atas nama saya sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran,” kata Pezeshkian, dikutip dari kantor berita AFP.
Ia menegaskan bahwa Iran tak akan lagi menargetkan negara-negara tetangga dalam serangan berikutnya.
“Dewan kepemimpinan sementara kemarin sepakat, tidak akan ada lagi serangan terhadap negara-negara tetangga dan tidak akan ada rudal yang ditembakkan, kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut,” lanjutnya. (ant/dil/jpnn)





