Cut Nyak Dien Tamu Kehormatan Pangeran Mekkah

oleh
oleh
PANJI/RADARSUMEDANG.ID KENANG-KENANGAN: Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Rifky Harsya saat menerima kenang-kenangan dari Sri Radya juga Radya Anom Karaton Sumedang Larang, Rd. Luky Djohari Soemawilaga di Gedung Srimanganti, Selasa (4/8/2026)

RADARSUMEDANG.ID – Radya Anom Karaton Sumedang Larang, Rd. Luky Djohari Soemawilaga, menyampaikan Menteri Teuku Rifky merupakan menteri kedua yang datang ke Karaton Sumedang Larang. Sebelumnya Menteri Kebudayaan Fadli Zon, termasuk dari Ketua Yayasan Cut Nyak Dien Sumedang.

 

“Tentu kehadiran Pak Menteri beserta rombongan dari Aceh ini untuk silaturahmi, sekaligus mengikat tali kekeluargaan yang erat. Karena bagaimanapun jelas dalam sejarah Sumedang dan Aceh tidak bisa dipisahkan,” terang Luky di sela kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Ekraf RI) Teuku Riefky Harsya beserta jajaran pada Selasa (4/8/2026).

 

Luky juga mengatakan, saat Cut Nyak Dien diasingkan ke Sumedang ada peran dari Bupati Sumedang kala itu yaitu Pangeran Aria Soeriaatmadja atau dikenal dengan Pangeran Mekkah. “Pada saat itu, beliau membantu dengan segenap kekuatannya di Sumedang perpindahan pengasingan dari Batavia ke Sumedang. Selama di Sumedang Cut Nyak Dien diperlakukan dengan baik, dicukupkan sandang pangan, diberikan tempat tinggal yang layak di Lingkungan Kaum dan dapat perlindungan khusus dari beliau,” ungkap Luky.

 

Dengan demikian dirinya menegaskan bahwa kehadiran Cut Nyak Dien di Sumedang kala itu, tidak diperlakukan sebagai tahanan. Akan tetapi sebagai tamu kehormatan yang dimuliakan oleh Pangeran Mekkah dan warga Sumedang.

 

“Jadi Pangeran Soeriaatmadja ini merahasiakan keberadaan Cut Nyak Dien di Kaum sehingga kunjungan Pak Menteri yang merupakan putra daerah Aceh ini, mengandung momentum historis membangun untuk spirit seri tauladan dari Pangeran Suria Atmadja,” jelas Luky.

 

Sebagai informasi, Tjoet Nja Dhien, pahlawan perempuan asal Aceh yang gigih melawan penjajahan Belanda, menghabiskan masa pengasingannya hingga akhir hayat di Kabupaten Sumedang. Karena itu, keberadaan makam beliau menjadi salah satu situs sejarah penting yang merepresentasikan ikatan kebangsaan sekaligus nilai perjuangan yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Tjoet Nja Dhien di TPU Gunung Puyuh, dilanjutkan dengan napak tilas ke sejumlah lokasi bersejarah, di antaranya Museum Keraton Sumedang Larang Srimanganti dan Gedung Creative Center Sumedang sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif di daerah.

 

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya beserta jajaran dalam rangka ziarah makam dan napak tilas Pahlawan Nasional Tjoet Nja Dhien di Kabupaten Sumedang, Selasa (4/8/2026). Kunjungan tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa sang pahlawan nasional, tetapi juga membuka peluang penguatan kolaborasi pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Kabupaten Sumedang.

 

Dikatakan, bahwa daerah yang memiliki akar budaya kuat memiliki modal besar untuk membangun industri ekonomi kreatif yang mampu bersaing di tingkat global, sepanjang dikelola secara profesional. Dirinya mencontohkan bagaimana Sumedang masih menjaga warisan budaya salah satunya Mahkota Binokasih Sanghyang Pake yang disebut-sebut sebagai satu-satunya mahkota kerajaan yang memiliki lapisan emas murni sekaligus salah satu dari mahkota kerajaan termegah di Asia Tenggara.

 

“Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, India, dan Tiongkok telah menunjukkan bahwa kekuatan budaya dapat menjadi fondasi industri kreatif. Kini dunia juga mencari negara-negara lain yang memiliki kekayaan budaya sekaligus kesiapan memasuki pasar global,” kata Teuku Rifky.

 

Menurutnya, Indonesia, termasuk Kabupaten Sumedang, memiliki potensi tersebut karena memiliki warisan budaya yang kuat. “Budaya harus menjadi hulu, kemudian dihilirkan melalui sentuhan inovasi, kreativitas, dan teknologi. Dari sanalah industri kreatif akan tumbuh dan memberikan nilai tambah,” ujarnya.

 

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkannya menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. “Mari kita jaga budaya dan sejarah yang kita miliki. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana budaya tersebut mampu memberikan nilai ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pembangunan daerah,” ucapnya. (jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.