Dishub Bandung Siapkan Ratusan Perlengkapan Lalu Lintas, Antisipasi Arus Mudik 2026

oleh
Kendaraan memadati gerbang tol saat arus lalu lintas malam hari, musim mudik Lebaran. Pemkot Bandung melalui Dishub Kota Bandung menyiapkan berbagai perlengkapan pengaturan lalu lintas, termasuk rambu portable, water barrier, serta armada derek, antisipasi kepadatan kendaraan dan menjaga kelancaran arus mudik 2026.(Taofik Achmad Hidayat/Radar Bandung)

RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menyiapkan berbagai perlengkapan pengaturan lalu lintas guna antisipasi lonjakan kendaraan selama arus mudik Lebaran 2026. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menyatakan kesiapan itu mencakup ratusan perangkat pengaman jalan hingga penempatan armada derek di sejumlah titik strategis.

Rasdian mengungkapkan antisipasi lonjakan kendaraan dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas kendaraan yang diperkirakan meningkat menjelang dan selama masa mudik.

“Memastikan arus lalu lintas tetap terkendali, terutama di jalur yang menjadi lintasan utama pemudik yang melintas di Bandung,” ujar Rasdian, Senin (9/3/2026).

Rasdian menjelaskan persiapan prasarana lalu lintas, Dishub Kota Bandung menyiapkan sejumlah perlengkapan pengaturan jalan dalam jumlah besar. Perangkat meliputi 500 unit water barrier, 500 traffic cone, 27 rambu penunjuk arah portable, 20 concrete barrier, serta 100 rambu lalu lintas portable yang akan ditempatkan di berbagai titik strategis.

“Rambu penunjuk arah portable menjadi salah satu fasilitas penting yang disiapkan. Perangkat dipasang di sejumlah persimpangan utama, membantu pengguna jalan menemukan jalur alternatif maupun arah tujuan tertentu selama masa mudik,” ucap Rasdian.

Rasdian pun menjelaskan rambu portable disiapkan untuk membantu pengendara dari luar kota yang melintasi Bandung. Adanya penunjuk arah tambahan, pengemudi dapat lebih mudah memahami rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama periode mudik.

Menurutnya, selain itu, water barrier dan traffic cone akan digunakan untuk mendukung pengaturan arus kendaraan di berbagai ruas jalan. Perlengkapan dipasang secara fleksibel menyesuaikan kondisi lalu lintas yang berkembang di lapangan.

Rasdian mengatakan distribusi perlengkapan menyesuaikan kebutuhan dari aparat kepolisian. Dishub menyiapkan stok yang dapat digunakan sewaktu-waktu jika terdapat permintaan tambahan dari jajaran kepolisian di tingkat Polsek maupun Polrestabes.

“Koordinasi lintas instansi menjaga kelancaran arus mudik, seluruh perangkat pendukung pengaturan lalu lintas siap digerakkan apabila terjadi kepadatan kendaraan di titik tertentu,” katanya.

Selain perlengkapan jalan, Rasdian menyiagakan armada mobil derek untuk mempercepat penanganan kendaraan yang mengalami gangguan di jalan. Keberadaan mobil derek dinilai penting meminimalkan potensi kemacetan akibat kendaraan mogok maupun kecelakaan.

“Mobil derek ditempatkan di tiga lokasi strategis yang dianggap memiliki mobilitas kendaraan cukup tinggi. Penempatan dilakukan agar proses evakuasi kendaraan dapat dilakukan lebih cepat saat terjadi kendala di jalan,” jelasnya.

Rasdian menyebutkan tiga titik siaga mobil derek berada di kawasan Kantor Dinas Perhubungan Kota Bandung Gedebage, kemudian di area Alun-Alun Bandung yang merupakan pusat aktivitas kota, serta di Terminal Ledeng yang menjadi jalur pergerakan kendaraan menuju wilayah Bandung bagian utara.

“Lokasi tiga titik siaga dipilih karena berada di kawasan yang sering dilalui kendaraan jarak jauh maupun kendaraan wisata selama masa libur Lebaran. Posisi strategis, mobil derek dapat menjangkau titik kemacetan dengan lebih cepat,” ungkapnya.

Rasdian memastikan kesiapan kendaraan operasional serta fasilitas terminal yang berada di bawah pengelolaan Pemkot Bandung. Seluruh sarana dipersiapkan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik.

“Koordinasi dengan kepolisian, aparat kewilayahan, serta pihak terkait lainnya juga terus dilakukan untuk memantau situasi lalu lintas secara berkala, setiap potensi gangguan lalu lintas dapat segera ditangani,” ucapnya.

Rasdian menambahkan kesiapan armada, perlengkapan lalu lintas, serta koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama agar perjalanan mudik yang melintasi Kota Bandung tetap aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.(dsn)

No More Posts Available.

No more pages to load.