RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa seorang pria berinisial A di kawasan Jalan BKR, Kota Bandung, masih dalam proses penyelidikan polisi. Aparat dari Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polsek Regol kini tengah mengumpulkan sejumlah barang bukti serta meminta keterangan saksi guna mengungkap kronologi lengkap kejadian dugaan pengeroyokan.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi Minggu, 8 Maret 2026. Korban diduga menjadi sasaran kekerasan setelah berupaya membantu seorang temannya yang diberhentikan oleh debt collector karena memiliki tunggakan cicilan kendaraan bermotor.
Kanit Reskrim Polsek Regol, IPTU Budi menjelaskan awalnya korban A datang ke lokasi setelah diminta bantuan oleh rekannya. Temannya itu diketahui sedang menghadapi masalah dengan debt collector terkait motor yang menunggak pembayaran.
Menurut keterangan sementara yang diterima polisi, korban hanya bermaksud membantu memastikan agar motor tidak langsung dibawa oleh pihak penagih. Korban A kemudian mendatangi lokasi tempat temannya dihentikan oleh debt collector di kawasan Jalan BKR.
Saat tiba di lokasi, korban menanyakan keberadaan seorang pria berinisial R yang diduga merupakan debt collector yang terlibat dalam persoalan penagihan. Namun saat itu R disebut belum berada di tempat.
Beberapa orang di lokasi kemudian memanggil R untuk datang. Ketika R tiba, pertemuan antara korban dan terduga debt collector, memicu adu mulut yang semakin memanas.
Situasi akhirnya berubah menjadi perkelahian. Berdasarkan keterangan sementara, korban dan R sempat terlibat duel satu lawan satu di lokasi kejadian.
Setelah duel berakhir, keduanya bahkan sempat berjabat tangan seolah menyudahi konflik. Namun situasi kembali memanas karena percakapan antara keduanya berlanjut dan memicu ketegangan baru.
Tak lama kemudian, korban A kembali dikejar oleh R. Korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju sebuah gang di sekitar lokasi kejadian.
Di gang lokasi kejadian, korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan. Polisi menyebut korban dipukul menggunakan benda keras yang diduga berupa besi.
Dari hasil penyelidikan sementara, aparat menduga ada dua orang yang terlibat langsung dalam aksi kekerasan. Identitas keduanya saat ini masih didalami oleh penyidik.
Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka di bagian kepala. Kondisi korban sempat menjadi perhatian warga sekitar yang mengetahui kejadian pengeroyokan.
Hingga kini, polisi masih terus mengumpulkan bukti serta meminta keterangan dari berbagai pihak yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.
IPTU Budi menegaskan proses penyelidikan masih berjalan dan belum semua pihak memberikan keterangan. Saat ini, penyidik baru menerima informasi dari korban.
Karena itu, polisi masih menunggu klarifikasi dari pihak lain, termasuk dari terduga pelaku. Pemeriksaan terhadap para saksi juga terus dilakukan untuk memperkuat alat bukti dalam kasus ini.
“Untuk sementara kami baru mendapatkan keterangan dari korban. Kami masih mendalami keterangan dari kedua belah pihak dan saksi lain agar peristiwa ini bisa terungkap secara jelas,” ujar IPTU Budi, Rabu (11/3/2026).
Kasus ini kini masih dalam penanganan penyidik. Polisi memastikan proses hukum akan terus berjalan hingga seluruh fakta terkait dugaan pengeroyokan terungkap.(dsn)





