Oleh: H. Budiana, M.Pd.
MALAM Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa dalam ajaran Islam. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Qadr, bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, nilai ibadah yang dilakukan pada malam tersebut melebihi ibadah selama kurang lebih 83 tahun. Malam penuh kemuliaan ini terjadi pada bulan Ramadhan dan dirahasiakan waktunya agar umat Islam bersungguh-sungguh mencarinya, terutama pada sepuluh malam terakhir di Bulan Ramadhan ini.
Bagaimana agar kita bisa mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar, ada beberapa kiat yang dapat diamalkan dari sekarang:
Pertama, memperkuat niat dan keikhlasan. Segala amal tergantung pada niatnya. Niatkan ibadah semata-mata untuk mencari ridha Allah, bukan karena ingin dipuji atau sekadar mengikuti kebiasaan. Keikhlasan menjadi kunci diterimanya amal dan turunnya keberkahan.
Kedua, menghidupkan malam dengan shalat. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan qiyamul lail, seperti shalat tahajud, witir, dan tarawih. Dalam hadits riwayat Muhammad disebutkan bahwa siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan iman dan penuh harap kepada Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Ketiga, memperbanyak tilawah dan tadabbur Al-Qur’an. Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur’an. Maka, memperbanyak membaca, memahami, dan merenungkan maknanya menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Tidak hanya membaca secara lisan, tetapi juga berusaha mengamalkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.
Keempat, memperbanyak doa dan istighfar. Salah satu doa yang diajarkan kepada para sahabat ketika mencari Lailatul Qadar adalah: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku). Doa yang tulus di malam penuh kemuliaan akan lebih mudah dikabulkan.
Kelima, memperbanyak sedekah dan amal kebaikan. Keberkahan Lailatul Qadar tidak hanya diraih melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui kepedulian sosial. Memberi makan orang yang akan berbuka puasa, membantu fakir miskin, atau berdonasi untuk kemaslahatan umat termasuk amalan yang pahalanya dilipatgandakan.
Keenam, melakukan i’tikaf jika memungkinkan. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah SAW mencontohkan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sebagai bentuk kesungguhan dalam mencari Lailatul Qadar.
Pada akhirnya, menggapai keberkahan Lailatul Qadar bukan hanya tentang mendapatkan satu malam yang istimewa, tetapi tentang membentuk pribadi yang lebih taat, lebih sabar, dan lebih dekat kepada Allah. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang diberi kesempatan meraih kemuliaan dan ampunan di malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut. Aamiin Yaa Robbal’aalamiin.(*)
*)Ketua PD Al-Washliyah Sumedang & Wakil Sekretaris MUI Kab. Sumedang





