RADARSUMEDANG.id, KOTA — Hari pertama masuk kerja pasca libur lebaran 2026, Mal Pelayanan Publik (MPP) Sumedang ramai dikunjungi warga.
Terpantau, seperti biasanya loket-loket utama seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Dinas Ketenagakerjaan, hingga Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama menjadi loket yang paling dibutuhkan oleh warga.
Yang mana sejak jam 08.30 antrian ke MPP sudah dipadati warga di halaman MPP. Warga juga terus berdatangan, bahkan hingga jam 10 pagi.
Sejumlah petugas pelayanan publik dari beberapa loket, juga petugas MPP sendiri sudah bekerja seperti biasanya.
Menurut Kepala Bidang Pelayanan Perizinan dan MPP Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumedang, Diki Hadiansya, dari 29 loket yang tersedia, 9 loket sudah buka dan langsung dipenuhi warga.
Diakui Diki, di hari pertama pasca-Lebaran, loket layanan paling banyak masih didominasi loket dinas kependudukan dan dinas ketenagakerjaan.
“Sampai jam 10.00 ini, masih banyak warga yang datang. Tapi untuk layanan dinas kependudukan sendiri tiap harinya di sini hanya melayani kuota untuk 200 warga,” terang Diki.
Meski demikian, untuk layanan kependudukan warga juga bisa mengakses melalui layanan secara digital via Silasidakep (Sistem Aplikasi Layanan Kependudukan).
Diki menambahkan, MPP Sumedang peningkatan pengunjung diprediksi akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami siap melayani warga yang hendak mengurus berbagai dokumen pasca-libur Lebaran ini, semaksimal mungkin. Bagi warga lainnya juga bisa memproses dokumen kependudukan di layanan Silasidakep,” ujarnya.
Sementara salah seorang warga Kelurahan Regolwetan, Sumedang Selatan, Rizky (21) mengatakan, datang ke MPP untuk membuat kartu kuning.
“Iya sengaja datang di hari pertama, supaya kosong, tapi tahunya pas ke sini udah penuh. Ke sini mau bikin kartu kuning buat memenuhi lamaran kerja ke Cikarang,” ucap Rizky.
Warga lainnya Aulia (18) mengaku datang ke MPP Sumedang untuk membuat kartu tanda penduduk (KTP). “Mau bikin KTP, udah ada setengah jaman nunggu di sini, masih antre. Lumayan penuh,” katanya. (jim)





