RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Dua peristiwa kebakaran terjadi dalam satu hari di wilayah Kecamatan Tanjungsari dan Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Selasa (24/3/2026).
Tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kasi Pemadam, Penyelamatan, dan Evakuasi pada Disdamkarmat Sumedang, Yudi Raharja, mengatakan pihaknya menerima dua laporan kebakaran dari warga pada hari yang sama dengan lokasi berbeda.
“Kebakaran pertama terjadi di Perum ATR (Ambar Tanjungsari Residence) Blok B10 No. 15, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, sekitar pukul 21.40 WIB. Rumah milik Ari (27), seorang buruh harian lepas, dilaporkan terbakar akibat kebocoran tabung gas,” ujarnya.
Ia menambahkan, petugas piket Pos Damkar Tanjungsari menerima laporan dari warga dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Proses penanganan dimulai pukul 21.50 WIB dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.10 WIB. Api berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta pada rumah tipe 29 tersebut,” katanya.
Sementara itu, kejadian serupa juga terjadi lebih awal di Dusun Cilembu 2 RT 02 RW 07, Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan. Laporan diterima petugas sekitar pukul 18.40 WIB.
Rumah milik Ibu Amah (75), seorang wiraswasta, mengalami kebakaran dengan luas bangunan sekitar 4×9 meter persegi. Petugas mulai melakukan penanganan pukul 18.55 WIB dan api berhasil dipadamkan pada pukul 19.20 WIB.
“Untuk penyebab kebakaran di Pamulihan masih dalam penyelidikan, namun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” katanya.
Kerugian akibat kebakaran di Pamulihan ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.
Kedua kejadian tersebut ditangani oleh Regu 3 Pos Damkar Wilayah Tanjungsari. Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi gas maupun listrik di lingkungan rumah.
“Kesigapan warga dalam melaporkan kejadian sangat membantu proses penanganan sehingga api dapat segera dikendalikan,” pungkas Yudi. (tha).







