- Pengemudi ojol sampaikan aspirasi di Rektorat Unpad Jatinangor.
- Unpad janji rumuskan solusi dalam waktu lima hari.
- Perwakilan ojol diundang untuk dengar pendapat.
- Gerbang D dibuka sementara khusus untuk ojol.
- Kebijakan sistem gerbang bertujuan tingkatkan keamanan dan kurangi emisi.
RADARSUMEDANG.id – Menanggapi aspirasi pengemudi ojek online (ojol) yang disampaikan di depan Gedung Rektorat :contentReference[oaicite:0]{index=0} (Unpad) Jatinangor, Selasa (31/3/2026) pagi, pihak kampus berkomitmen merumuskan solusi terbaik bagi semua pihak dalam waktu lima hari ke depan.
Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, :contentReference[oaicite:1]{index=1}, mengatakan pihaknya akan mengundang perwakilan pengemudi ojol untuk melakukan dengar pendapat pada Rabu (1/4/2026) siang.
“Untuk itu, Unpad mengundang perwakilan pengemudi ojek online untuk melakukan dengar pendapat besok siang,” ujar Dandi melalui siaran pers yang diterima Radar Sumedang.
Sembari menunggu hasil pembahasan dan keputusan akhir, Unpad memberlakukan solusi sementara dengan membuka Gerbang D atau Pintu Tugu Makalangan khusus bagi pengemudi ojek online selama lima hari ke depan.
Sebelumnya, Unpad telah menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan kampus Jatinangor sejak 28 Januari 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keamanan, ketertiban, serta pengendalian akses di lingkungan kampus.
Melalui sistem gerbang tersebut, sivitas akademika diwajibkan melakukan pemindaian QR Code melalui aplikasi SAUNPAD saat keluar masuk kampus.
“Pengunjung yang tidak memiliki akses aplikasi diarahkan masuk melalui Gerbang C dengan melapor kepada petugas keamanan,” katanya.
Kebijakan ini berdampak pada sejumlah pihak, termasuk pengemudi ojek pangkalan, ojol, kurir, vendor jasa maupun barang, tamu, serta alumni.
Namun, pengaturan akses melalui Gerbang C menjadi sorotan utama para pengemudi ojol. Mereka menilai lokasi gerbang yang berada di bagian belakang kampus terlalu jauh, sehingga meminta adanya akses masuk yang lebih dekat.
Dandi menegaskan, kebijakan sistem gerbang tersebut diterapkan untuk mendukung keamanan sekaligus pengelolaan mobilitas kendaraan di dalam kampus.
“Selain itu, sistem ini juga bertujuan mengumpulkan data jumlah kendaraan dan pola pergerakannya guna mengendalikan emisi kendaraan bermotor, sejalan dengan upaya mewujudkan kampus hijau berkelanjutan,” tandasnya.
(tha)







