Gibran Janji Perjuangkan Nasib Guru PPPK, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

oleh

BERITA SINGKAT

  • Wapres Gibran janji carikan solusi kesejahteraan guru PPPK dan honorer.
  • Pemerintah pastikan tidak ada guru yang dirumahkan.
  • Kunjungan dilakukan di SD Inpres Kaniti, Kupang, NTT.
  • Sekolah telah direnovasi pemerintah selama 90 hari kerja.
  • Kepala sekolah berharap 10 guru PPPK tidak diberhentikan.

RADARSUMEDANG.id, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka merespons kegelisahan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya para guru, dengan berjanji akan mencarikan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Hal tersebut disampaikan Gibran saat mengunjungi SD Inpres Kaniti di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang baru saja selesai direnovasi oleh pemerintah. Dalam kesempatan itu, ia mengakui masih adanya berbagai kekurangan yang dihadapi para guru, terutama yang berstatus PPPK dan honorer.

“(Untuk) guru-guru, saya tahu sekarang masih banyak kekurangan, tetapi ini terus kita (pemerintah) coba carikan solusinya, terutama untuk PPPK dan honorer,” ujar Gibran, Senin (6/4), sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat Wakil Presiden.

Gibran juga menegaskan bahwa pemerintah berupaya memastikan tidak ada guru yang dirumahkan. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, serta pemerintah daerah.

“Makanya, kemarin kami mengirimkan perwakilan dari Kemendagri dan Kemenkeu untuk berdiskusi panjang dengan Pak Gubernur (NTT, red). Intinya adalah jangan sampai ada yang dirumahkan,” tegasnya.

Menurutnya, terlepas dari status kepegawaian, seluruh guru memiliki tujuan yang sama, yakni mencerdaskan generasi bangsa, termasuk para siswa di SD Inpres Kaniti.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Inpres Kaniti, Yuliana Nenabu, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas renovasi sekolah yang sebelumnya dalam kondisi kurang layak. Ia juga menyampaikan harapannya agar para guru PPPK tetap dipertahankan.

“Izin kami sampaikan keluhan kami, kalau bisa (guru) PPPK jangan dirumahkan, karena di sini ada 10 orang. Kalau 10 orang dirumahkan, otomatis pendidikan di SD Inpres Kaniti terganggu sekali,” ungkap Yuliana.

Kunjungan ini merupakan kali kedua bagi Gibran ke SD Inpres Kaniti, setelah sebelumnya pada Mei 2025. Saat itu, ia juga menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi guru dan siswa.

SD Inpres Kaniti sendiri merupakan salah satu sekolah yang direnovasi pemerintah pada 2025 sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto. Revitalisasi dilakukan selama 90 hari kerja, mulai 1 Oktober hingga 29 Desember 2025.

Renovasi mencakup pembangunan dan perbaikan 11 ruang kelas lama, tiga ruang kelas baru, satu ruang administrasi, satu rumah dinas guru, serta satu unit toilet.

Usai meninjau hasil renovasi, Gibran juga memberikan motivasi kepada para siswa agar lebih giat belajar.

“Sekarang ruang kelasnya sudah bagus, sudah dibangun dengan baik. Anak-anak, adik-adik harus semangat belajar. Jangan ada tembok-tembok yang dicorat-coret,” pesannya.

Saat ini, SD Inpres Kaniti memiliki 420 siswa yang terbagi dalam 16 rombongan belajar, didukung oleh 25 guru dan dua tenaga kependidikan.

(antara/jpnn)

No More Posts Available.

No more pages to load.