Viral Dugaan Bayi Tertukar di RSHS Bandung, Ibu Ungkap Kronologi Mengejutkan

oleh
Ilustrasi (Generate AI)

BERITA SINGKAT

  • Viral dugaan bayi tertukar di RSHS Bandung usai dirawat di NICU.
  • Ibu bayi mengaku anaknya sempat berada di gendongan orang lain.
  • Insiden terjadi saat ibu meninggalkan ruangan sekitar 30 menit.
  • Perawat disebut menyerahkan bayi tanpa verifikasi ketat.
  • Pihak RSHS belum beri keterangan resmi terkait kejadian.

RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Seorang ibu muda mengungkap dugaan insiden serius di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, setelah bayinya yang baru lahir disebut sempat berada di tangan orang lain. Peristiwa ini viral di media sosial dan memicu kekhawatiran publik terkait keamanan bayi di fasilitas kesehatan.

Kejadian tersebut diunggah oleh akun TikTok @nindy5760 dan telah ditonton lebih dari 1,2 juta kali dalam waktu kurang dari 24 jam. Ribuan komentar pun membanjiri unggahan tersebut, sebagian besar mendesak agar kasus ini segera diusut secara resmi.

Ibu bayi yang diketahui bernama Nina Saleha mengungkapkan, kejadian bermula saat dirinya menunggu bayinya keluar dari ruang perawatan NICU di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak RSHS Bandung, setelah dinyatakan sehat dan dijadwalkan pulang.

Karena namanya tak kunjung dipanggil, Nina memutuskan turun ke lantai bawah untuk makan dan mengaku hanya meninggalkan lokasi sekitar 30 menit.

Kecurigaan muncul saat ia merasakan firasat tidak enak. Saat kembali ke ruangan, ia mendapati bayinya sudah berada dalam gendongan orang lain yang hendak pulang dari rumah sakit.

Nina kemudian langsung menghampiri perempuan tersebut setelah mengenali pakaian dan selimut yang digunakan bayinya. Ia memastikan bahwa bayi tersebut adalah anaknya.

Tidak terima dengan kejadian itu, Nina mendatangi perawat yang bertugas di ruang NICU dan mempertanyakan alasan bayinya bisa diserahkan kepada orang lain.

Suasana lorong di Rumah Sakit Hasan Sadikin tampak tenang dan tertata, dengan deretan tenaga medis berjalan menyusuri koridor yang bersih dan rapi, menghadirkan kesan sejuk di tengah aktivitas pelayanan rumah sakit yang tetap berlangsung.(Diwan Sapta Nurmawan/Radar Bandung)

Menurut pengakuannya, perawat berdalih telah memanggil nama Nina Saleha berulang kali, namun tidak mendapat respons sehingga bayi diberikan kepada orang lain.

Alasan tersebut justru membuat Nina semakin geram. Ia menilai tindakan itu tidak masuk akal dan sangat berbahaya, mengingat bayi bukan barang yang bisa diserahkan tanpa proses verifikasi ketat.

Kecurigaan semakin bertambah setelah Nina mengetahui gelang identitas bayinya telah dilepas oleh perawat. Padahal, sesuai prosedur, gelang identitas seharusnya tetap terpasang hingga pasien resmi keluar dari rumah sakit.

Nina mengungkapkan, bayinya sebelumnya dirawat karena mengalami kuning pasca kelahiran. Setelah sempat dirawat di fasilitas lain, bayi tersebut dirujuk ke RSHS Bandung karena keterbatasan ruang.

Selama tiga hari menjalani perawatan di NICU, Nina mengaku tidak menemukan kejanggalan hingga hari kepulangan. Namun, insiden tersebut membuatnya mempertanyakan sistem pengawasan di rumah sakit.

Ia juga menyoroti kondisi saat kejadian, di mana disebutkan hanya ada satu perawat yang bertugas di ruangan, yang dinilai berpotensi meningkatkan risiko kesalahan fatal.

Hingga saat ini, pihak RSHS Bandung belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Meski demikian, Nina menyebut pihak rumah sakit sempat menghubunginya melalui pesan langsung.

(dsn)

No More Posts Available.

No more pages to load.