BERITA SINGKAT
- Rombongan Kementerian Pendidikan Malaysia kunjungi Sumedang untuk praktik lesson study.
- Kunjungan menjadi bagian kemitraan pendidikan antara Sumedang dan Malaysia.
- Bupati Dony Ahmad Munir dorong inovasi dan kolaborasi pendidikan.
- Malaysia apresiasi pendekatan pendidikan karakter di Sumedang.
- Kolaborasi diharapkan tingkatkan kualitas tenaga pendidik dan pembelajaran.
RADARSUMEDANG.id, KOTA — Rombongan Kementerian Pendidikan Malaysia bersama Malaysia Association of Lesson Study (MYALS) berkunjung ke Kabupaten Sumedang untuk mempraktikkan lesson study, sebuah model pembinaan profesi guru guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir. Ia menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari kemitraan antara Kabupaten Sumedang dengan Malaysia, sekaligus upaya Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mendorong inovasi di sektor pendidikan.
Menurut Dony, melalui pendekatan lesson study, para tenaga pendidik diharapkan dapat saling bertukar pengetahuan dan pengalaman terkait metode pembelajaran, sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan.
“Tentunya saya merasa syukur atas terjalinnya pertemuan antara dua bangsa serumpun, Indonesia dan Malaysia, yang memiliki semangat yang sama dalam memajukan pendidikan,” ujar Dony kepada awak media di Studio Command Center Sumedang, PPS, belum lama ini.
Ia menambahkan, pertemuan tersebut menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan.
“Pertemuan ini menjadi jembatan persaudaraan, pertukaran ilmu dan pengalaman, serta penguatan kolaborasi di bidang pendidikan. Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mencetak generasi masa depan yang lebih baik,” katanya.
Dony menegaskan, di tengah perkembangan dunia yang begitu cepat, sektor pendidikan dituntut untuk terus berinovasi dan berkolaborasi agar mampu menjawab tantangan zaman.
“Pendidikan tidak bisa berjalan biasa-biasa saja. Harus terus belajar, berinovasi, dan memperkuat kolaborasi,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memperkenalkan sistem pemerintahan digital milik Pemkab Sumedang, termasuk dashboard Dinas Pendidikan yang menyajikan berbagai data pendidikan secara terintegrasi.
“Termasuk tadi saya juga berbincang-bincang, salah satu metode pendidikan yang menginspirasi yaitu pendidikan karakter yang sudah diterapkan di Sumedang. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi kami untuk berbagi pengalaman,” ucapnya.
Sementara itu, perwakilan Malaysia Association of Lesson Study, Prof. Zanaton, menyampaikan bahwa kunjungannya bertujuan untuk melihat langsung kebijakan pendidikan serta perkembangan proses pembelajaran di Sumedang.
Ia mengapresiasi pendekatan pendidikan di Sumedang yang tidak hanya berfokus pada konten pembelajaran, tetapi juga pada nilai-nilai karakter yang diterapkan.
Menurutnya, kerja sama ini juga menjadi sarana untuk mempelajari sinergi antara kepala daerah dengan Dinas Pendidikan dalam merumuskan kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas pendidik.
“Melalui kolaborasi lesson study ini, kami melihat peluang besar untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Forum ini juga memberikan pengalaman global dalam memperkenalkan praktik lesson study kepada tenaga pendidik maupun calon pendidik di Sumedang,” jelas Prof Zanaton.
Diharapkan, kolaborasi antara Kabupaten Sumedang dengan Kementerian Pendidikan Malaysia dan MYALS ini dapat terus berlanjut serta memberikan dampak nyata dalam peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sumedang.
(jim)





