Anggota DPR RI KH Maman Imanulhaq Soroti Ketimpangan Anggaran Pendidikan, Usulkan Gaji Guru Madrasah Rp5 Juta

oleh
Anggota DPR RI Komisi 8 KH Maman Imanulhaq (berdiri) saat menyampaikan materi dalam seminar, Sabtu 11 April 2026 di GOR Tadjimalela yang diikuti sekitar 3500 guru RA dan madrasah se Kabupaten Sumedang (For Radar Sumedang)

RADARSUMEDANG.id, KOTA — Ketimpangan anggaran pendidikan bagi madrasah kembali menjadi sorotan dalam Seminar Pendidik pada kegiatan Silaturahmi Akbar guru RA dan Madrasah se-Kabupaten Sumedang di GOR Tadjimalela, Sabtu (11/4/2026). Anggota Komisi VIII DPR RI yang familiar disapa Kang Maman ini menegaskan bahwa keberpihakan anggaran negara terhadap madrasah dan guru madrasah masih belum adil.

Dalam pemaparannya, KH Maman Imanulhaq secara tegas mengkritisi ketimpangan distribusi anggaran pendidikan nasional. Ia menyebutkan bahwa dari alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan yang mencapai Rp 665 triliun, porsi untuk Kementerian Agama yang menaungi madrasah masih jauh lebih kecil sekitar Rp 112 Triliun.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada kesejahteraan guru madrasah yang hingga kini masih banyak berstatus honorer dengan penghasilan minim.

“Negara ini belum adil ke Kementerian Agama, belum adil ke madrasah, dan belum adil ke guru-guru madrasah,” tegas KH Maman Imanulhaq di hadapan 3500 peserta seminar yang terdiri dari guru RA dan madrasah se Kabupaten Sumedang.

Ia menggambarkan realita di lapangan, di mana masih terdapat guru madrasah yang menerima gaji hanya ratusan ribu rupiah per bulan. Kondisi ini, menurutnya, sangat kontras jika dibandingkan dengan guru di negara lain yang mencapai puluhan bahkan ratusan juga, bahkan dengan sebagian guru di sekolah umum dalam negeri juga masih timpang.

Dalam forum tersebut, Wakil Ketua Fraksi PKB DPR RI ini juga mengusulkan peningkatan kesejahteraan guru madrasah dengan target gaji minimal Rp5 juta per bulan. Usulan tersebut disambut antusias oleh ribuan peserta yang hadir seraya mengucap takbir dan amiin.

Selain itu, KH Maman turut mengajak para guru untuk menyuarakan aspirasi secara bersama-sama, di antaranya mendorong peningkatan anggaran untuk madrasah, kenaikan tunjangan guru, serta perluasan program sertifikasi.

Anggota DPR RI Komisi 8 KH Maman Imanulhaq (tengah) didampingi Direktur KSKK Kemenag RI Prof Nyayu Khodijah bersama Kepala Kemenag Sumedang H. Hamzah Rukmana, S.Ag., MA beserta jajarannya (For Radar Sumedang)

Ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak akan pernah terlepas dari kesejahteraan guru. “Pendidikan berkualitas hanya bisa terwujud jika guru sejahtera. Guru madrasah sejahtera, itu target kita,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si.  dalam materinya menyampaikan tentang implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Prof Nyayu sapaannya, menegaskan bahwa KBC tidak menggantikan kurikulum nasional yang saat ini berlaku, melainkan menjadi penguat atau “jiwa” dalam implementasi pembelajaran di madrasah.

Menurutnya, KBC bukan sekadar mengajarkan konsep cinta secara literal, melainkan menanamkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan pendekatan humanis dalam proses pendidikan.

Prof Nyayu juga mengingatkan bahwa perubahan kurikulum tidak akan berdampak signifikan jika tidak diiringi perubahan cara mengajar para guru.

“Sebagus apa pun kurikulum yang dibuat, keberhasilannya sangat bergantung pada guru. Yang terpenting bukan hanya ganti kurikulum, tapi juga mengubah mindset dalam proses pembelajaran,” jelasnya.

Melalui seminar ini, diharapkan muncul kesadaran bersama bahwa peningkatan kualitas pendidikan madrasah harus berjalan beriringan antara kebijakan anggaran yang adil dan transformasi pola pembelajaran di tingkat guru.(rik)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.