Saluran Cipasir 2 Kerap Meluap, Warga Hegarmanah Gotong Royong Lakukan Pengeruka

oleh
Kepala Desa Hegarmanah Didi Sukandi (baju orange) berbaur dengan warga saat melakukan pengerukan saluran air

BERITA SINGKAT

  • Saluran Cipasir 2 di Hegarmanah kerap meluap saat hujan deras.
  • Jalan setapak warga tertutup air dan mengganggu aktivitas.
  • Pemdes dan warga lakukan gotong royong pengerukan saluran.
  • Pendangkalan dan sampah jadi penyebab utama luapan air.
  • Pemdes siapkan anggaran normalisasi dan perbaikan 2026.

JATINANGOR — Hujan dengan intensitas tinggi yang kerap mengguyur wilayah Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, membuat saluran Cipasir 2 di Dusun Cikuda RT 02 RW 08 sering meluap hingga menutupi jalan setapak warga.

Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, karena jalan yang hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki itu kerap tertutup air dan membahayakan pengguna.

Sebagai upaya penanganan, Pemerintah Desa Hegarmanah bersama warga melakukan pengerukan saluran yang dipenuhi lumpur dan sampah agar aliran air kembali lancar.

Dengan menggunakan alat sederhana seperti cangkul, warga tampak antusias bergotong royong mengeruk tanah dari saluran air tersebut.

Aksi gotong royong ini difokuskan pada pengangkatan sedimentasi dan sampah yang selama ini menyumbat aliran air. Pendangkalan saluran dinilai menjadi penyebab utama luapan air yang kerap menggenangi rumah warga saat curah hujan tinggi.

Kepala Desa Hegarmanah, Didi Sukandi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah konkret pemerintah desa dalam mengurangi risiko bencana di wilayahnya.

“Ini salah satu mitigasi bencana. Saluran air yang sudah dangkal dan banyak sampah hari ini kita bersihkan bersama,” kata Didi, Rabu (15/4/2026).

Ia menambahkan, pemerintah desa telah menyiapkan rencana lanjutan berupa penganggaran pengerukan saluran melalui program padat karya tunai desa (PKTD) serta dukungan dari Dinas PUTR pada tahun 2026.

“Ke depan kami siapkan anggaran perubahan dari PUTR dan Bankeu Kabupaten tahun 2026 untuk pengerukan sekaligus perbaikan jalan,” ujarnya.

Menurut Didi, kondisi pendangkalan saluran selama ini sering menyebabkan air meluap dan merendam permukiman warga, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Karena itu, pemerintah desa bersama Destana Hegarmanah akan terus meningkatkan upaya mitigasi selama musim penghujan.

“Selama musim hujan, kita harus siap siaga. Pemerintah desa akan terus berupaya memitigasi bencana di wilayah kami,” katanya.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Pemerintah Desa Hegarmanah bersama Destana Hegarmanah, serta melibatkan berbagai unsur lintas sektor, di antaranya Camat Jatinangor, Danramil, UPTD PUTR wilayah Tanjungsari–Jatinangor, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satgas Citarum Harum, Satpol PP, BPD, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

“Ke depan, penanganan saluran Cipasir 2 akan dilanjutkan melalui program normalisasi yang direncanakan masuk dalam perubahan anggaran PUTR 2026, program padat karya Dana Desa 2026, serta Bangkudes Kabupaten 2026 untuk perbaikan jalan dan saluran irigasi Cipasir,” tambahnya.

Ia berharap persoalan luapan air dapat segera teratasi sehingga aktivitas warga kembali berjalan aman dan lancar.

(tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.